Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Andrie Dwi Subianto
Foto : Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Andrie Dwi Subianto

Gresik – Pemeriksaan terhadap saksi – saksi dalam kasus dugaan korupsi pada dinas kesehatan Gresik telah dilakukan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Gresik.
Tim penyidik berhasil menuntaskan pemeriksaan 32 orang kepala puskesmas dan bendahara puskesmas se-Kabupaten Gresik, termasuk dua puskesmas di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Mereka semua dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana kapitasi BPJS Kesehatan di Dinkes Gresik.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Andrie Dwi Subianto membenarkan bila pihaknya bekerja secara maraton dalam dua hari ini dengan agenda tunggal, yakni memeriksa sebanyak 64 orang saksi.

“Kami memang ngebut kerjanya, harapannya biar cepat tuntaslah,” kata Andrie kepada awak media usai acara pemeriksaan kemarin (10/8).

Selama dua hari pemeriksaan, menurut kasi pidsus, hasilnya cukup memuaskan para penyidik. Mereka meyakini bahwa penyelidikan untuk mengungkap dugaan penyelewengan keuangan negara di institusi kesehatan Gresik benar adanya.

Satu diantaranya adalah temuan awal jumlah kerugian negara. Dari pemeriksaan sampling di delapan puskesmas saja indikasi kerugian keuangan negara mencapai Rp 500 juta lebih.

Nilai kerugian itu semakin fantastis jumlahnya setelah 64 kepala dan bendaharawan puskesmas rampung diperiksa. Kendati Kasipidsus Andrie enggan menyebut angka kerugian, namun dia memastikan jumlahnya meningkat signifikan dibanding hasil awal.

Meskipun belum ada bocoran mengara ke siapa tersangka dari kasus ini. tim penyidik masih membutuhkan keterangan dari beberapa saksi. Rencananya pekan depan giliran petinggi Dinkes Gresik yang akan dipanggil untuk didengar kesaksiannya, termasuk Kadinkes dr Moh Nurul Dholam MM.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here