DR.M.Sholehuddin.SH.MH dan Mat Mochtar Di Garda Depan Warga

DR.M. Sholehuddin.SH.MH dan Mat Mochtar Di Garda Depan Warga

Surabaya-www.Panjinasional.net.
Tatkala Warga jalan demak kedatangan Ahli Hukum Pidana dan Tokoh masyarakat, H. M.Muchtar,(MM) terkejut saat mendengar warga jalan Demak Surabaya Kelurahan Gundi kecamatan Bubutan, yang mau di pagar rumahnya kemarin 08-08-2018, Oleh kepentingan Perorangan, warga yang sudah lama di relokasi oleh pemerintah kota surabaya, tokoh masyarakat yang di kenal dengan julukan “MM” disambut oleh warga serta, di dampingi kuasa hukum warga jalan demak, “H. Moch Su’ib. S,Ag.SH.M.HES, Muhammda Rosuli. SH.M.H,


Tokoh masyarakat (MM) Mat Mochtar, mengatakan. “Warga ini tidak Liar, wilayah ini sudah direlokasi oleh pemerintah jangan sampai kepolisian di adu domba dengan masyarakat dan di permainkan oleh pengusaha yang ingin memiliki lahan ini” Ujar MM membela warga.
“Kepada Bapak Kapolrestabes,Bapak Kapolri, tolong anggotanya di tegur, sebab kemarin waktu pemagaran yang di pimpin Kabag ops, polrestabes anjingnya menggigit warga, dan Ibu Walikota Surabaya, Bu Risma, telah datang ke jalan demak menemui warga, dan walikota tidak mengijinkan warga ini di gusur atau di pindah bahkan Bu Risma menyampaikan kepada warga agar mempertahankan tempat tinggal warga ini” kata Mat Mochtar.

Sedangkan DR.M. Sholehuddin.SH.MH, Ahili Hukum Pidana., mengatakan kepada berbagai media di lokasi jalan demak Surabaya 09-08-2018, “Bagi siapapun yang mengklaim tanah warga ini, ada bidangnya sendiri Untuk menangani masalah tanah, yaitu Pemerintah kota Surabaya, maka laksanakan sesuai hukum/prosedur, dan kemarin ada pihak kepolisian beberapa truck, bahkan disertai Pasukan K9 sehingga ada warga yang kena gigitan anjingnya, saya liat aparat masih bagus, sebab pemimpin kepolisian mengatakan bahwa pihak Kepolisian tidak akan memihak pada salah satunya dan berada di tengah, namun warga ini sudah ketakutan, terkejut dengan begitu banyaknya aparat datang tanpa memberi tahu bagaiaman prosedurnya sesuai Hukum”…

Masih Sholehuddin “Dulu sudah ada pengukuran, penyidikan, sekarang pemagaran, dulu pernah ada yang mengaku sekitar tahun 1985, Namun tidak bisa menunjukkan surat kepemilikannya, tapi lain orang, ada pertanyaan besar,, kenapa setelah puluhan tahun warga menempati sejak dulu baru sekarang dopermasalahkan, warga ini adalah warga yang patuh Hukum. Saya disini,, warga jalan demak ini saudara saya juga dari Madura, dan saya juga sebagai Tim Saber Pungli Pemerintah Kota Surabaya”, kata Sholehuddin didepan awak media.

Demikian pula, H. Moch Su’ib. S,Ag.SH.M.HES, kuasa hukum warga jalan demak, mengatakan, “Kita masyarakat yang patuh dengan Hukum, jangan sampai berakibat warga menjadi tertindas karena ulah seseorang yang menginginkan tempat tinggal warga ini dengan menggunakan tangan aparat, warga ini adalah penerus bangsa yang wajib di lindungi oleh Kepolisian serta di ayomi sebagaimana tugas fungsi kepolsian Republik indonesia, kenapa tidak di laksanakan Mediasi, jika mediasi tidak ada titik temu Gugatlah Ke Pengadilan, Negara kita Negara Republik Indonesia/Negara Hukum, jangan manfaat kan kepolisian oleh seseorang demi kepentingan perorangan, sehingga masyarakat banyak yang tertindas, saya sudah ajukan Gugatan di Pengadilan Negri Surabaya, tapi tiga kali persidangan, pihak yang mengaku memiliki tanah kenapa tidak pernah menghadiri persidangan, kita sudah lakukan jalan sesuai dengan Hukum melalui pengadilan Negeri” pungkasnya,

Muhammad Rosuli.SH.MH. mengatakan, Silahkan saja siapapun boleh mengklaim tanah di mana saja, tapi lihat dulu dasarnya apa? Kalau memang sertifikat, sejak kapan munculnya sertifikat itu, apakah sebelum ada warga atau sesudah ada warga, Gugatlah warga jangan sembunyi-sembunyi, dan membenturkan Kepolisian dengan Masyarakat,

Mari kita buktikan kebenaran status Kepemilikan Hak nya warga di pengadilan, Jangan memberikan edukasi yang tidak baik kepada masyarakat, Negara ini negara hukum, Mari jadikan hukum menjadi panglima tertinggi.”..(M.Hasan-RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here