Gresik, www.panjinasional.net
DPRD Komisi IV memanggil seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik, hal ini terkait dengan pembahasan KUA-PPAS 2019. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dr M Nurul Dholam tak hadir alias mangkir, sehingga komisi tetap menjadwal pemanggilan lagi pada hari berikutnya.

Ketidakhadiran Kepala Dinkes, membuat kerja komisi jadi tidak bisa selesai sesuai dengan jadwal Banmus. Hal ini diduga disebabkan karena dugaan kasus korupsi yang sekarang tengah dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Terkait dengan dugaan pemotongan dana 10% pencairan BPJS, pada Puskesmas se-Kab Gresik hingga senilai Rp500 juta.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Sujono,SH, dalam agendanya komisi memang akan memanggil Kepala Dinkes untuk hearing dengan komisi terkait plafon anggaran untuk 2019, ternyata tidak hadir alias mangkir berjamaah.

Anehnya tidak ada seorangpun perwakilan sama sekali, juga tidak ada pemberitahuan dengan alasan yang jelas.
”Pasti akan dipanggil lagi, mengenai harinya nanti fraksi akan rapat lagi untuk menyusun jadwalnya. Ketidakhadiran Dinkes menjadi tambahan pekerjaan komisi. Karena sehari ini seluruh OPD selesai, jadi tidak selesai,” ujarnya.

Sujono juga menambahkan, dalam pembahasan APBD 2019 dewan fokus pada pendidikan, kesehatan dan anggaran pro pada rakyat. Kalau pengajuan tak sesuai pasti akan dilakukan pengeprasan, dalam rapat hearing dengan Dinas Pendidikan (Diknas). Komisi juga meminta pada APBD 2019.
Untuk TPP guru honorer baik swasta maupun di negeri, yang terdaftar dalam K2 nilainya ditambah Rp500 juta rupiah..@tim/red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here