Surabaya-www.Panjinasional.net
Warga jalan demak surabaya, menolak karena tidak ada putusan pengadilan, atas pemagaran tanah yang akan di lakukan oleh ratusan orang, yang di duga ratusan orang tersebut membawa alat perlengkapan penggalian adalah suruhan dari yang megaku pemilik lahan bernama Sugeng S. dan YM Halim., atau pihak yang lain, Untuk Memagar rumah warga dari depan.


Menurut Informasi dari warga,Tukang Gali atau petugas Pemagaran itu di undang dari Madura, bahkan ada yang mengenalinya, Kurang lebih ratusan Personel dari Polrestabes surabaya dan anggota K9 (anjing pelacak) serta kapolsek Bubutan dan anggotanya, yang menjadi pengamanan dalam upaya pemagaran rumah tempat tinggal warga jalan demak.

Menurut keterangan salah satu warga jalan Demak, menolak dengan sebab warga jalan demak, akan di relokasi oleh Pemerintah kota surabaya sejak tahun 1974, dan warga jalan demak menempati lahan itu kena wajib membayar pajak yang di tertibkan oleh Pemerintah kota surabaya, dan wargapun mematuhi membayar Ipeda serta pajak bumi dan bangunan (PBB) lalu kenapa? Baru sekarang ada yang mengaku milik perorangan, ujar salah satu warga memberikan keterangan kepada awak media ini.


Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, S.I.K., SH., M.Hum., saat di lokasi menuturkan, Tugas kepolisian, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kami hanya memusuhi atau memerangi kejahatan. Saat ini kita melakukan pengamanan bagi alas hak tentang pemagaran objek yang mereka sebutkan didalam alas hak tersebut. Walaupun warga disini tidak ada surat-surat, Saya melihat kondisi seperti ini sudah tidak memungkinkan apabila terus melaksanakan pekerjaan tersebut, ” Ujarnya.

H. Moch Su’ib. S,Ag.SH.M.HES, selaku Kuasa Hukum dari warga Jalan demak, mengatakan, “Kita sudah mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya, Namun dari pihak yang mengaku memiliki tanah yang di tempati oleh warga, saat di panggil dalam persidangan Pihak PT Bintang atau Kuasanya, tidak pernah hadir dalam persidangan, pihak dari pengakuan pemilik lahan ini Tidak ada Alamat rumahnya, jadi Siapa PT Bintang Siapa Sugeng dan YM Halim itu, sekarang pun pihak Yang mengaku Pemilik tanah itu tidak datang, jangan kami di adu domba, apa maunya Sugeng ini, kok lempar batu sembunyi tangan?”, ujar Advokat Moch Su’ib saat mendampingi dan mengawal warga demak.

Masih Moch Su’ib, “Warga ini di relokasi oleh pemerintah kota surabaya waktu itu, Bukan warga yang mematok atau tidak ada alas Hak, kalau merasa miliknya Gugatlah Pemerintah kota surabaya, nanti dari pemerintah akan mediasi ke warga, sebab warga itu warga negara Republik Indonesia juga, sama seperti kita semua, Seandainya Orang tua kita diperlakukan hal yang sama bagaimana perasaan kita, sekarang ini rakyat juga akan butuh keadilan” ujarnya dengan lantang (M.Hasan-RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here