Foto :Kasi Intel Kejari Gresik, Marjuki SH
Foto :Kasi Intel Kejari Gresik, Marjuki SH

GRESIK – Seabnyak 12 kepala Puskesmas dan bendaharanya hari ini memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk diperiksa dan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dana Jasa Pelayanan (Jaspel) BPJS 2016 – 2017 yang dilakukan, dr Nurul Dholam kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Kamis (9/8).

Kasi Intel Kejari Gresik, Marjuki, menjelaskan dari 32 pejabat puskesmas yang bakal diperiksa baru 12 kepala puskesmas dan bendaharanya yang hari ini dipanggil.

“Karena jumlahnya banyak, pemeriksaan kita bagi dua hari. Hari ini, kita memeriksa 24 orang, sisanya besok kita periksa. Mungkin pemeriksaan bisa sampai malam, karena kita ingin menggali lebih dalam soal aliran dana tersebut,” ujar Marjuki.

Ditegaskan Marjuki, pihaknya belum mengagendakan memeriksa Kadinkes dr Nurul Dholam sebab harus menunggu hasil pemeriksaan para saksi.

“Dari hasil penyidikan sementara, kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 500 juta. Apabila diperlukan, kita akan panggil pihak BPJS untuk menjelaskan soal aliran dana Jaspel tersebut,” ujarnya.

Ditanya hasil kloning barang sitaan hasil penggeledahan Senin lalu, Marjuki mengatakan sebagian sudah dikloning dan dikirim ke Kejagung dan Kejati jatim.

“Namun sampai saat ini, kami masih belum menerima hasilnya,” tegas Marjuki di ruang kerjanya. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here