M. Isa Ansori
M. Isa Ansori

Setiap pergeseran waktu sejatinya bisa dimaknai sebagai ruang terjadinya perubahan, karena pergerakan waktu akan selalu diikuti dengan pergerakan manusia. Apa artinya? Perubahan haruslah dipahami sebagai sesuatu yang biasa terjadi, karena perubahan itu selalu manyatu pada jiwa manusia. Sebagai contoh umur kita akan selalu berubah disetiap pergeseran waktu.

Menyiapkan diri menghadapi perubahan menjadi sebuah keharusan, karena perubahan tanpa persiapan tentu tidak akan terasa dampaknya. Ibarat orang berjalan tak tahu arah tujuan, sehingga perubahan terjadi begitu saja. Inilah seperti yang digambarkan oleh Nabi Muhammada SAW junjungan kita semua, seperti buih ditengah lautan. Terjadi pergerakan, tapi pergerakan yang dilakukan adalah pergerakan tanpa arah dan cenderung mengikuti arus kemana membawah.

Manusia sejatinya ditakdirkan oleh Allah sebagai mahluk yang sempurna. Kesempurnaan yang dimaksud adalah manusia dibekali oleh Tuhan dengan kesempurnaan akal budi. Dengan akal budilah diharapkan manusia mampu mendinamisir perubahan menjadi yang lebih baik. Sebab Tuhan selalu berharap adanya kebaikan. Lalu apa itu kebaikan? ” Sesungguhnya kalian adalah sebaik baik ummat, yaitu ketika kalian mampu berbagi kebaikan dan menekan terjadinya kemungkaran “. Nabi menjelaskan tentang kebaikan dengan sabdanya ” sebaik baik manusia adalah mereka yang memberi kemanfaatan bagi sesamanya “.

Nah kembali pada makna perubahan, tentu yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik, sehingga perubahan itu menjadi kemanfaatan. Lalu bagaimana Nabi menyiapkan contoh menjemput perubahan?

Perjuangan Nabi dalam merubah masa kegelapan yang menandai kehidupan masyarakat Quraysi, sehingga disebut sebagai masyarakat Jahilliyah dilakukan selama kurun waktu 22 tahun. Dalam masa selama itu Nabi mengalami pasang surut perjuangan, ada kalanya mengalami masa masa suka dan juga masa masa duka. Didalam setiap pengalaman itu Nabi selalu menghadapi dengan rasa syukur dan keyakinan bahwa apa yang dilakukan pastilah akan membuahkan hasil. Sebagai seorang manusia tentu nabi juga sama dengan kebanyakan manusia yang lainnya. Beliau juga punya perasaan suka dan perasaan duka. Bagaimana beliau mengalami kesedihan yang memuncak ketika orang orang yang tercinta disekitarnya dipanggil oleh Allah. Pamannya Abdul Muntholib yang selama ini menjadi pelindungnya serta sang istri tercinta Siti Khadijah. Dalam kesedihan yang memuncak tentu Nabi mengalami masa masa sulit membangkitkan motivasi dirinya, sehingga dengan Takdir Nya, Allah memperjalankan Nabi dalam sebuah perjalanan mulya Isra’ dan Mi’raj.

Begitu juga ketika Nabi harus menjalani masa masa perjanjian Hudaibiyyah, Nabi harus menunggu beberpa lama untuk bisa memasuki tanah Mekkah, tanah kelahirannya untuk melakukan peribadatan. Semua dijalani oleh Nabi dalam sebuah proses yang memakan waktu. Namun semua dilakukan oleh Nabi dengan persiapan dan perencanaan yang matang, dan yang paling penting adalah kesiapan Nabi menerima proses dan menjalani proses menuju kaearah yang lebih baik.

Belajar Menerima Proses

Proses merupakan sebuah perjalanan panjang untuk mendapatkan hasil, sehingga didalam proses tentu ada banyak hal yang harus dilewati agar sampai pada hasil yang diharapkan. Tentu saja bicara hasil berkaitan erat dengan upaya yang kita lakukan. Semakin terencana dengan baik sebuah upaya, maka hasilnya juga akan menjadi lebih baik.

Kesanggupan melakukan proses juga merupakan potret kemampuan seseorang bisa menerima kenyataan. Sehingga setiap orang akan bisa belajar mendapatkan sesuatu yang maksimal dari proses proses yang dijalankan.

Nah semoga saja kita bisa menerima hasil apapun dari apa yang sudah kita jalankan, karena sejatinya hasil kita menunjukkan cara kita bekerja, terkecuali mereka yang melakukan jalan jalan pintas dan melanggar norma. Semoga kita dikelompokkan pada kelompok mereka yang sadar akan proses dalam meraih hasil.. Aamien.

” Tidaklah Allah akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merancang dan melakukan perubahan ”

Assalamualaikum wr wb… Selamat pagi, selamat beraktifitas, semoga Allah selalu memberkahi.. Aamien.

Surabaya, 26 Juni 2018

M. Isa Ansori

Sekretaris LPA Jatim, Anggota Dewan Pendidikan Jatim dan Staf Pengajar di ilmu Komunikasi Untag 1945 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here