Gresik Panjinasional : Rencana pembangunan Islamic Center (IC) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di kawasan alun-alun Gresik belakangan ditentang oleh sebagian warga. Aksi penolakan dilakukan melalui media sosial dan pemasangan spanduk di alun-alun gresik. Munculnya penolakan renovasi Alun-alun Gresik ini mendapat tanggapan beragam dari para netizen dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kesehariannya mencari nafkah di dalam alun-alun Gresik.
Ada yang secara tegas menolak mega proyek itu, tapi tidak sedikit pula yang mendukung dengan beragam alasan.
Pembangunan Islamic Center ini juga sangat berimbas terhadap hampir 200 PKL dalam alun-alun yang setiap harinya mencari nafkah di alun-alun Gresik.
“PKL itu terserah Pemkab mas, karena memang itu lahan Pemkab. Kami tidak punya kewenangan, kami selama ini numpang jualan, numpang cari nafkah untuk keluarga. Kalau memang alun-alun dijadikan IC kami tidak minta apapun, kami hanya minta direlokasi, setidaknya ada lahan baru yang layak buat kami PKL mencari nafkah untuk keluarga” Ujar Niah salah satu PKL alun-alun Gresik.
Minimnya sosialisasi dari Dinas terkait juga menjadi permasalahan bagi PKL akan kepastian nasib mereka. ” Yang dipermasalahkan dari pihak Diskoperindag selama ini itu TDU (Tanda Daftar Usaha), dan kami PKL dalam alun-alun tidak tahu terkait itu, karena memang selama ini tidak ada sosialisai atau pemberitahuan dari pihak Diskoperindag terkait TDU. Kalau dari awal itu ada sosialisasi atau pemberitahuan terkait TDU, maka kami akan membuat TDU.
Trus sekarang apakah kami PKL yg salah ?” Ungkap Niah.
Tak hanya melalui di jejaring media sosial seperti Facebook dan Twitter, penolakan atas proyek renovasi kawasan Alun-alun Gresik juga disampaikan lewat petisi yang dimuat laman change.org.
Petisi penolakan atas proyek renovasi Alun-alun Gresik yang dibuat atas nama DPC Pemuda Demokrat Gresik itu diberi judul “Stop Pembangunan Proyek Renovasi Alun-alun Gresik. Wujudkan Konsep Membangun Desa, Menata Kota”. Petisi tersebut ditujukan kepada Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Abdul Hamid dan Kepala Dinas PU dan Dinas Tata Ruang Kabupaten Gresik. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here