Kepala Inspektorat Sumenep R. Idris

Sumenep, Panjinasional.net ~ Pelaksanaan program Dana Desa ( DD) dan ( ADD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Periode Tahun 2016 di klaim oleh Inspektorat Sumenep semua bermasalah.
Di klaim nya pelaksanaan DD – ADD bermasalah oleh Inspektorat setempat setelah dilakukan evaluasi sekaligus pengambilan sampel terhadap program tersebut.
Kepala Inspektorat Sumenep R. Idris, kepada awak media mengatakan,” diketahuinya Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) bermasalah, setelah tim melakukan evaluasi diberbagai desa yang dijadikan sampel pelaksanaan Proyek Tahun 2016 ditingkat Desa, dan hasilnya tidak sesuai dengan petunjuk technis,” kata Idris, Juma’t (07-07-2017).
“Jadi bisa disimpulkan jika realisasi DD-ADD untuk periode tahun 2016 di Kabupaten Sumenep dipastikan bermasalah. Karena ada temuan disetiap desa yang kita adakan sample,” ucapnya.
Masih menurut Idris, Kabupaten Sumenep terdiri dari 330 Desa yang tersebar di 27 Kecamatan, baik daerah kepulauan maupun daratan. Technik pengambilan sample itu dilakukan karena jumlah desa sangat banyak. Dari berbagai temuan yang paling menonjol adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) desa yang kurang mumpuni. Sehingga banyak terjadi penyimpangan.
“Ada juga yang kurang bagus dari pelaksanaannya,” jelas mantan Kepala Bappeda tersebut.
Dikatakan, hasil temuan itu nantinya akan menjadi dasar untuk memberikan sanksi pada masing-masing desa. Sementara sanksi yang bakal dijatuhkan berupa sanksi administrasi dan pengembalian kerugian ke Kas.
Besaran kerugian sesuai dengan besaran kerugian keuangan akibat pekerjaan yang tidak sesuai bestek. “Kalau sanksi bagi person tidak ada,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau aparat desa segera dilakukan pembinaan, terutama soal pengelolaan keuangan desa. “Apalagi sesuai PP Nomor 12 tahun 2017 camat sudah punya kewenangan untuk melakukan pembinaan dan pemeriksaan,” tegasnya.@ (qib/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here