Panjinasional, Gresik – Dinas Pererjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Kabupaten Gresik merasa kecolongan atas Proyek pemasangan pipa gas milik Pertamina Gas sepanjang 9 km mulai Desa Banjarsari Kecamatan Cerme – Desa Prambangan Kecamatan Kebomas, diduga tak sesuai aturan.
Kepala DPU TR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Bambang Isdianto saat dikonfirmasi mengatakan jika pemasangan pipa berdiameter 28 inci di tengah jalan milik Pemkab Gresik (jalan kabupaten) itu menyimpang dari rekomendasi yang dikeluarkan pihaknya.
“Kalau pipa milik Pertamina Gas itu dipasang di tengah jalan, maka itu keluar dari rekomendasi yang kami berikan,” kata Bambang kemarin.
Seharusnya sesuai dengan rekomendasi DPU TR kabupaten Gresik Pemasangan pipa gas yang dikerjakan oleh PT. WIKA itu di pinggir jalan atau bahu jalan.
“kalau pemasangan pipa gas itu berada di tengah jalan, maka pelaksana proyek bisa dikategorikan penyalahgunaan wewenang. kami jelas akan menindaknya dan pengerjaanpun tidak boleh menggannggu kepentingan umum,” ujar mantan Plt Sekda Gresik ini.
Tindakan itu bisa berupa penghentian pengerjaan proyek dan meminta pelaksana untuk memindah posisi pipa sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan DPU.
“Namun, sebelumnya kami akan kroscek ke lapangan terlebih dahulu. Saya sudah minta Bidang Tata Ruang cek ke lapangan,” katanya.
Masih kata Bambang, “jika benar pipa itu dipasang di tengah jalan, tindakan yang akan dilakukan DPU adalah tidak akan mengeluarkan rekomendasi lagi kepada pelaksana proyek untuk pemasangan sambungan pipa berikutnya. Tahap awal, DPU TR baru mengeluarkan rekomendasi pemasangan pipa gas yang menghubungkan Semarang – Gresik, mulai Banjarsari Cerme – Desa Karangkiring Kebomas,” terangnya.
Menurut Bambang, proyek pemasangan pipa itu diperbolehkan asal tidak mengganggu kepentingan umum seperti pengguna jalan. “Makanya kalau pemasangan pipa gas di Kedanyang dengan membongkar jalan total sehingga jalan tidak bisa digunakan pengguna jalan, tidak diperbolehkan,” tegasnya.
“Jalan harus dikembalikan dengan posisi semula, atau peningkatan dari kondisi awal. Kemudian pipa dipasang dengan kedalaman minimal 1,5 mater dari permukaan jalan,” pungkasnya. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here