Batu, panjinasional : Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menggelar konferensi pers dalam rangka pelaksanaan kampanye Hari Anti Narkotika Internasiinal (HANI) 2018 pada Jum at (13/7/18)

Konferensi pers yang di laksanakan di kantor BNN kota Batu, di Jalan H. Sutan Hasan Halim, Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu itu di hadari langsung oleh Kepala BNNP Jawa Timur Drs Bambang Budi Santoso, beserta jajaran kepala BNNK Jawa Timur.

Kepala BNNP Jawa Timur Drs Bambang Budi Santoso memaparkan mengenai pelaksanaan HANI 2018 yang di pusatkan di kota Batu selama tiga hari, selain itu BNNP Jatim juga mengungkap hasil capaian dari BNNP Jatim dan jajarannya dalam memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur sepanjang tahun 2018, terhitung mulai bulan Januari hingga Juni 2018 ini.

” Acara HANI 2018 kali ini sengaja di laksanakan di kota Batu, tidak di pusatkan di Surabaya untuk wilayah Propinsi Jawa Timur. Dengan tujuan untuk melibatkan lebih banyak masyarakat Jawa Timur karena Kota Batu merupakan kota wisata”. Jelasnya.

Disampaikan juga oleh Drs Bambang Budi Santoso bahwa dalam rangka merayakan HANI 2018, salah satu rangkaian kegiatan yang akan di laksanakan yaitu sosialisasi Narkotika melalui media Wayang Kulit dengan judul Wahyu Makutarama dengan dalang Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat ( P2M ) BNN Kabupaten Blitar yang telah bersertifikasi nasional sebagai Dalang. Untuk kegiatan jalan sehat, gowes, donor darah ,pengobatan gratis, hiburan musik rakyat akan di laksanakan pada hari minggu tanggal 15 Juli 2018.

“Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat Jawa Timur khususnya masyarakat kota Batu. Terbukti seperti dalam kegiatan jalan sehat dan gowes nanti akan di ikuti oleh sekitar 15 ribu orang yang di pastikan ikut berpatisipasi”. Terang pria yang akrab di sapa BBS ini.

Pada puncak peringatan Hani 2018 akan dilakukan pemberian penghargaan kepada Pemerintah daerah, BUMN, relawan serta penggiat, selain itu pembagian hadiah dalam rangka lomba HANI 2018, di antaranya adalah lomba meme, poster, jingle dan vidgram yang di ikuti dan di meriahkan oleh masyarakat Jawa Timur.

Untuk di ketahui, BNNP Jatim adalah merupakan bagian dari badan Narkotika Nasional yang melaksanakan tugas fungsinya di Proinsi Jawa Timur. Berdasarkan peraturan kepala BNN nomor 3 tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja BNNP dan BNN kota kabupaten . BNNP dan BNN kota kabupaten mengemban tugas pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba ( P4GN )

BNNP Jawa Timur kini memiliki 17 BNN kota kabupaten dari 38 kota kabupaten yang ada di Jawa Timur. Secara internal, BNNP Jawa Timur memiliki 3 ( tiga ) bidang dan 1 (satu) bagian. Dan BNN kota kabupaten juga memiliki seksi, bagian atau bidangnya kurang lebih sama dengan BNN. BNN Kota kabupaten juga memiliki kewenangan dalam melaksanakan P4GN di daerah. Berbagai kerjasama dengan OPD, instansi swasta, lingkungan pendidikan dan berbagai lapisan masyarakat dalam upaya membangun bahaya penyalahgunaan Narkotika.

Pada 2018 BNNP Jatim mendapatkan hibah tanah untuk pembangunan gedung BNNP Jatim di atas areal tanah seluas 3000 m2 di daerah Sukomanunggal Surabaya dari Kementrian Keuangan dan Dana untuk pembagunan kantor dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur sebagai sarana untuk mendukung tugas dan fungsinya.

Selain itu, BNNP Jatim juga mendapat dukungan hibah CSR berupa mobil foodtruck untuk mendukung layanan pasca rehabilitasi dan lingkup jajaran, BNNK Surabaya juga mendapatkan hibah berupa mobil tahanan.
BNN Kota Kabupaten juga mendapatkan dukungan penuh dari BNN berupa senjata api dan mobil penyuluhan, mobil xray serta mobil tes urin.

Sedangkan terobosan pada tahun 2018 yang di lakukan BNNP Jatim yaitu berinovasi denga Arena ( Ajang Kreasi Tanpa Narkoba ). Arena yang merupakan layanan rehabilitasi pertama yang bisa di jangkau oleh masyarakat yang berada di dalam Mall sehingga menghilangkan stigma yang menempel bahwa masyarakat yang berkunjung itu pasti terkena narkotika.

Beberapa inovasi juga di temukan di jajaran BNN Kota Kabupaten di Jawa Timur, misalkan Taman Anti Narkoba di Mojokerto, kurikulum terintegrasi P4GN di Kediri. Dan dalam waktu dekat akan di wujudkan RSKO yang akan di dirikan di nganjuk.

Sementara itu di laporkan bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat ( P2M ) BNNP Jatim beserta Seksi P2M jajaran di BNN Kota Kabupaten telah melaksanakan kegiatan kampaye stop narkoba dengan rincian kegiatan 277 kali dengan peserta 170.180 orang. Kegiatan sosialisasi P4GN dengan jumlah kegiatan sebanyak 944 kali dengan jumlah 184.461 orang. Kegiatan tes narkoba sebanyak 159 kali dengan jimlah peserta 12.840 orang. Kegiatan Talkshow sebanyak 137 kali dan kegitan workshop sebanyak 184 kali dengan jumlah peserta 26.385 orang.

Bidang rehabilitasi dan seksi rehabilitasi di jajaran BNN Kota Kabupaten yang bergerak untuk penanganan pencegahan kekambuhan dan penanganan penyalahgunaan agar tidak kembali mengunakan narkotika, pada tahun 2018 sejak januari hingga juni 2018 telah menangani sebanyak 465 orang dengan rincian rehab rawat jalan 381 orang ( di dukung DIPA ), rehab rawat inap 21 orang di dukung ( DIPA ),rehab rawat inap 61 orang ( Non DIPA ),rehab rawat jalan 2 orang ( Non DIPA )

Selain itu, pelaksanaan rehabilitasi bagi pengguna narkoba tersebut di atas tidak terlepas dari kegiatan yang di gelar dalam bentuk voluntary ( suka rela ) sebanyak 400 orang. Hasil operasi sebanyak 25 orang, hasil dari SIL ( Skrininh Intervensi Lapangan ) sebanyak 21 orang dan melalui prose TAT ( Tim Asesmen Terpadu ) sebanyak 252 kegiatan ( tidak semuanya bisa mendapatkan proses rehabilitasi, dari TAT hanya 19 orang yang mendapatkan rekomendasi rehanilitasi )

Dari bidang pemberantasan termasuk seksi pemberantasan jajaran BNN kota kabupaten dalam penanganan masalah narkoba oleh BNPP Jatim beserta BNN kota Kabuaten tidak terlepas dari peran serta tokoh agama, masyarakat, LSM, mas media cetak atau elektronik dan para pemangku kebijakan yang proaktif memberikan informasi tentang peredaran serta penyalah gunaan narkoba di wilayah Jawa Timur. Di harapkan kedepan semakin meningkat antisipasinya dalam rangka zero penyalahgunaan serta peredadan gelap narkoba di Jawa Timur serta mewujudkan Indonesia bebas narkoba.

Sebagai implementasi kesungguhan mewujudkan Indonesia bebas narkoba, Brigjenpol Drs Bambang Budi Santoso selaku kepala BNNP Jatim periode 2018 menghimbau agar seluruh komponen masyarakat yang berada di Jawa Timur untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi yaitu memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. (Gus Er/BBS BNNP Jatim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here