Gunung Kidul, Panjinasional.net
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI menetapkan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Lembaga Pusat Ungulan Iptek (PUI) Bidang Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional Indonesia.
Sehubungan dengan hal tersebut, Menristekdikti RI, Mohamad Nasir, Ph.D, AK, mengunjungi BPTBA LIPI pada Jum’at (13/7/2018).


Pusat Unggulan Iptek (PUI) ini adalah suatu organisasi yang melaksanakan kegiatan-kegiatan riset bertaraf internasional. PUI bergerak pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin, dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna Iptek.
“Teknologi pengemasan makanan tradisional merupakan salah satu teknologi unggul di BPTBA LIPI,” kata Mohamad Nasir yang menambahkan teknologi ini telah melalui tahap riset pengemasan makanan tradisional sejak 2004 dan mulai diseminasikan (digunakan) oleh masyarakat khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) sejak 2009.

Di sisi lain, Hardi Julendra, S.Pt, M.Sc, Kepala BPTBA LIPI, menambahkan,an keunggulan dari teknologi pengemasan makanan tradisional ini adalah awet tanpa bahan pengawet hingga setahun lebih, tidak mengubah citarasa, dan mudah dibawa. “Sehingga dapat dijadikan oleh-oleh ke luar kota bahkan hingga ke luar negeri,” kata Hardi Julendra, yang berharap adanya teknologi ini makanan tradisional Indonesia dapat menjadi kuliner Nusantara yang mendunia.

Dikatakan Hardi, teknologi ini menjadikan solusi bagi pelaku UKM kuliner makanan tradisional. Biasanya, produk-produk ini hanya dapat dijual dan dipasarkan oleh UKM serta diperoleh dan dinikmati oleh konsumen hanya di daerah asal tempat makanan tersebut. “Namun dengan teknologi ini, jangkauan pemasaran produk makanan tradisional menjadi lebih luas,” ulas Hardi.

Saat ini, PUI Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional sudah dimanfaatkan lebih dari 30 UKM di berbagai wilayah Indonesia dan setidaknya telah mengembangkan 42 jenis resep makanan tradisional khas kuliner tradisional Nusantara: gudeg Jogja, gudeg Solo, rawon, brongkos, sayur lombok ijo, mangut lele, rendang, keumamah (ikan kayu) khas Aceh, tempe bacem, tempe kari, oseng-oseng mercon dan makanan khas lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu UKM yang telah memanfaatkan teknologi pengemasan makanan tradisional dan sukses — baik pasar domestik dan mancanegara — adalah gudeg kaleng Bu Tjitro 1925.
Adapun kegiatan kunjungan Menristekdikti ke BPTBA LIPI itu dihadiri pejabat pemerintah mitra BPTBA LIPI: Bupati Luwu Utara, Walikota Payakumbuh, Bupati Gunungkidul, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta dan UKM binaan.

Ketika kunjungi BPTBA LIPI, Jl. Yogya-Wonosari Km. 31,5, Gading, Playen, Gunungkidul, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof H. Mohamad Nasir, Ph.D,AK, menjelaskan, kunjungan kerja ini berhubungan dengan ditetapkannya BPTBA LIPI sebagai Lembaga Pusat Ungulan Iptek Bidang Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional Indonesia.

Hal itu berdasarkan keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 319/M/KPT/2017 pada tanggal 13 Desember 2017.

Didampingi Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Direktur Lembaga Litbang, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dan Tim Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) diterima Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr. LT Handoko.

Menristekdikti RI berharap, BPTBA LIPI dapat memberikan gambaran, penjelasan, masukan, informasi dan sekaligus mengadakan diskusi dalam kegiatan diseminasi, implementasi dan yang lainnya terkait dengan pemanfaatan teknologi pengemasan makanan tradisional.

Diharapkan pula, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI dapat meningkatkan lagi perolehan dan prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada, khususnya di bidang pangan-pengembangan makanan tradisional.

Ke depan, BPTBA LIPI dapat lebih memacu program pemasyarakatan iptek sehingga produk-produk hasil riset dapat sampai ke masyarakat melalui program implementasi, diseminasi maupun layanan jasa iptek seperti yang selama ini telah diemban. (Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here