Foto : Warga Manyar saat melakuan demo di depan gerbang pabrik PT. Jebe koko
Foto : Warga Manyar saat melakuan demo di depan gerbang pabrik PT. Jebe koko

Gresik Panjinasional : Ribuan warga di Kecamatan Manyar Gresik menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik PT. JeBe KoKo yang berlokasi di Jl, Raya Manyar KM.25, Kawasan Industri Maspion Blok SE, Romo Gresik, Jumat (13/7/2018).

Perusahaan modal asing milik Malaysia yang bergerak di bidang pengolahan biji kakao ini, di demo warga dikarenakan perusahaan tersebut mengeluarkan bau busuk akbibat aktifitas produksinya.

Dalam aksinya, warga mendesak perusahaan untuk menghentikan proses operasional, dikarenakan warga sudah gerah dengan polusi bau busuk yang diakibatkan proses produksi perusahaan tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Manyar Sofyan Hadi menuturkan, bahwa sebelumnya kami sudah melayangkan tuntutan untuk mengurangi bau yang tidak sedap tersebut, akan tetapi dari perusahan tidak digubris sama sekali. Hingah puncaknya hari ini kami harus demo untuk menuntut tanggungjawab perusahaan.

” Kami menuntut perusahaan segera memperbaiki persoalan polusi udara yang menimbulkan bau tidak sedap ini. Kalau memang tidak sanggup untuk menanggulangi hal ini, kami akan menuntut perusahaan ini di tutup total ” ungkapnya.

Sementara itu pihak JeBe KoKo melalui HRD nya Ditya Rachmawati juga membenarkan, bahwa terkait complain bau tidak sedap ini sudah pernah dilakukan dengan difasilitasi Muspika Manyar maupun Maspion Industrial Estate sebagai pemilik kawasan industri dimana perusahaan ini juga ikut tergabung didalamnya.

” Sebenarnya pihak kami sudah memperhatikan masukan terkait komplain dari masyarakat mengenai bau tidak sedap yang muncul dari produksi kami. Inginya kami ada win win solution, jadi supaya kita Industri dan masyarakat itu bisa sama-sama enak ” terang Ditya.

” Memang aroma cocoa yang sedikit asam pada saat diproses tidak dapat kami hindari, karena itu merupakan karakter natural dari cocoa yang diproses di mesin ” tambahnya.

Setelah melalui negoisasi panjang selama hampir 3 jam antara warga dengan perwakilan perusahaan dan di saksikan oleh Muspika Manyar yang bertempat di Aula kantor Kecamatan Manyar, akhirnya menuai sebuah kesepakatan. Yakni, “pihak PT. JeBe KoKo menyatakan bersedia menghentikan proses produksi sejak hari ini, Jum’at (13/07/2018). Sampai, pihaknya bisa menghilangkan polusi udara (bau) akibat efek produksi. Dan akan memulai produksi setelah diadakan perbaikan dan pengawasan dari masyarakat Manyar”.

” Terkait perundingan intinya sesuai kesepakatan yang dibuat, kami sepakat menghentikan proses produksi sementara sampai perbaikan selesai ” ujar Ditya Rachmawati selaku General Affairs dan External Relations PT. JeBe KoKo. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here