Surabaya – Panjinasional.net,
Sidang lanjutan perkara narkotika jenis sabu – sabu yang menjerat Moch. Deddy Ady Kurniawan duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa.

Pemuda asal Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat ini, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda putusan yang dipimpin oleh Ari Jiwantara SH.,MHum., sebagai Ketua Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi SH., dari Kejaksaan Negeri Surabaya yang menyidangkan perkara tersebut.

Dalam membacakan putusan, Majelis Hakim bersepakat menjatuhkan vonis terhadap terdakwa selama 8 (delapan) tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Adapun sebagai pertimbangan hal yang meringankan terdakwa adalah bersikap sopan selama dalam persidangan, sedangkan hal yang memberatkan terdakwa ialah tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 11 (sebelas) tahun penjara, dan denda sebesar Rp 1 miliyar Subsidaer 4 (empat) bulan kurungan.

Tuntutan tersebut berdasarkan terdakwa yang dengan sengaja melakukan penyalagunaan narkotika jenis shabu shabu sebanyak 5,667 gram, dan (1) satu bungkus plastik berisi shabu seberat 39,47 gram.

Hingga dalam dakwaan Jaksa menjerat tetdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut langsung diterima oleh terdakwa yang didampingi Kuasa Hukumnya Rudi SH., dan Syamsoel Arifin SH., dari Lembaga Bantuan Hukum Orbit.(RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here