REMBANG, Panjinasional.net :
Penggarap maupun pemilik tambak garam di wilayah Kabupaten Rembang saat ini cukup senang. Ini lantaran, hingga bulan ke-dua musim panen tahun ini, harga garam masih stabil dan cukup baik. Selain itu, cuaca cukup bersahabat dan bahan baku berupa air laut juga tersedia melimpah, karena pasang surut air laut juga stabil.

H Tarman (42), warga Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Rembang, Rabu (11/7), mengemukakan, hari ini harga garam curah kualitas (KW) I masih berkisar antara Rp 1.500 – Rp 1.600 per kg. Kemudian KW 2 Rp 1.200 / Kg dan KW 3 antara Rp 900 – Rp 1.00 per kg. Hal senada juga di ungkapkan H Rasno, petani garam di Desa Pasarbanggi, Kecamatan rembang Kota.

“Harga garam memang mengalami penurunan di banding pada awal panen pertengahan Mei lalu. Saat itu harga garam KW 1 mencapai Rp 2.400/KG. Dan seiring dengan poduksi garam yang melimpah, maka harga mengalami penurunan. Namun penurunan itu masih wajar dan masih menguntungkan petani maupn penggarap,” terang H Tarman dilahan tabak garam, Rabu siang (11/7).

Tarman mengaku memiliki sekitar empat hektar tambak garam. Dari lahan seluas itu, hanya sekitar ¾ nya saja yang berproduksi. Karena sebagian lahan tidak subur untuk memproduksi garam dan yang lain untuk tandon air laut sebagai bahan baku pembuatan garam curah. “Lahan seluas itu di garap empat orang dengan sistim fifty-fifty. Misalnya panen 2 ton, dibagi dua sama. Selaku pemilik tambak saya bertanggung jawab atas bahan bakar mesin penyedot air dan menjualkan garam ke pabrik garam briket,” terang H Tarman.

Terpisah, H Rasno warga Pasarbanggi mengutarakan, dirinya berharap cuaca bisa stabill seperti sekarang. Artinya tidak tuun hujan. Sehigga produksi garam akan terus meningkat dan penghasilan petani penggarap juga baik. “Saya memperkirakan Bulan Agustus akan terjadi puncak panen garam,” ujar H Rasno yang juga Kepala Desa Pasarbanggi.

Perlu di ketahui, Rembang merupakan salah satu daerah penghasil garam cukup potensial di Indonesia. Jika terjadi musim kemarau panjang produksinya bisa mencapai 250.000 ton. Ada lima kecamatan di rebang sebagai penghasil garam. Yakni, Kecamaan Kaliori (penghasil utama), Rembang Kota, Lasem, Sluk, Kragan dan Sarang.

Selain Rembang peenghasil garam curah lainnya adalah, Kbupaten Pati, Demak, Indramayu (Jabar), Sampang (Madura) dan Kabupaten Takalar, Sulsel, serta beberapa daerah lainnya. Sebenanya cukup ironis. Indonesia yang memiliki bentang pantai terpanjang di dunia, namun selama ini masih harus impor garam untuk mencukupi kebutuhan garam baik untuk di konsumsi maupun insdustri. Kebutuhan garam Indonesia mencapai sekitar 2,2 juta ton per tahun. Sementara produksi garam dalam negri baru berkisar 1,2 juta ton. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here