Bupati tinjau sumur gas Krikilan

REMBANG, Panjinasional.net :
Hingga saat ini pembangunan kilang dan ekplorasi sumur Gas di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, belum jelas. Pada hal seluruh kegiatan sejak dari survey seismik, pembebasan lahan, pengeboran dan perbaikan sarana prasarana penunjang seperti jalan akses sudah dilakukan. Begitupun potensi kandungan gas juga sudah di ketahui dan menurut informasi, sangat layak untuk di eksplor.

Ketidakjelasan ini tentu menjadi pertanyaan warga sekitar lokasi pengeboran, yang sangat mengharapkan kegiatan produksi tersebut segera di lakukan, agar warga sekitar bisa bekerja di sana. Bahkan Pemkab Rembang dan BUMD PT Rembang Migas Energi (RME) sudah berkali-kali mendesak pihak PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting agar sumur itu segera di produksi. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan.

Informasi yang di kumpulkan media ini Rabu (11/7) menyebutkan, salah satu kendala molornya eksplorasi itu di sebabkan belum turunya rekomndasi alokasi gas untuk BUMD dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada hal pada Oktober 2017, setelah Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan Dirut RME Zaenul Arifin menemui Dirjen Migas di Jakarta, dijanjikan semester I 2018 rekomendasi alokasi gas sudah turun. Namun hingga semester II, belum ada kejelasan.

Dirut RME Rembang Zaenul Arifin kepada media mengakui ada sedikit kendala yang menghambat turunya rekomendasi alokasi gas dari Kementerian ESDM. “Ada persyaratan administrasi yang harus diperbaiki oleh PT PHE Randugunting selaku pihak yang akan mengeksplorasi sumur tersebut,” tutur Zaenul tanpa menyebut secara rinci kendala yang dimaksud.

Dia menambahkan, pada Bulan Ramadhan kemarin pihaknya bersama pak bupati kembali menemui Dirjen Migas di Jakarta dan mendesak agar proses komersialisasi sumur gas di Krikilan dipercepat. Karena sesuai timeline alokasi tahun ini sudah keuar dan pembangunan kilang dimulai.

“Memang ada tahapan yang harus di ulang oleh PT PHE Randugunting. Dn kita terus mendesak, agar rekomendasi alokasi turun pada semeter II tahun ini. Setelah turun kami segera melakukan koordinsi dengan PT PHE terkait dengan sisti pengelolaan sumur gas Krikilan. Kami sangat mengharapkan pemerintah pusat memahami kepentingan daerah dan harapan besar masyarakat atas potensi gas tersebut,” pungkas Zaenul. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here