gambar Ilustrasi

REMBANG, Panjinasional.net :
Kontroversi tentang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 bukan isapan jempol. Setidaknya hal itutercermin dari jumlah SKTM yang dipergunakan oleh siswa bari di SMKN I Rembang. Dari 540 kuota murid baru yang menggunakan SKTM mencapai 91,2 persen atau sekitar 405 siswa. Artinya hanya sekitar 50 siswa yang bersaig murni dengan nilai baik alias tidak menggunakan SKTM.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN I Rembang Hardiyono saat di konfirmasi Panjinasional membenarkan bahwa sebagian besar siswa yang di terima menggunakan SKTM. Yaitu dari 540 siwa, 91,2 persen atau sekitar 405 siswa menggunakan SKTM. Praktis yang tidak menggunakan SKTM hanya sekitar 50 siswa. Ada tiga siswa yang menggunakan SKTM mundur, karena takut.

“Kondisi tersebut kami anggap wajar, karena siswa yang sekolah di SMK rata-rata dari masyarakat kalangan menengah ke bawah. Ini mengingat SMK merupakan sekolah untuk mencari kerja. Berbeda dengan SMA yang harus melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi,” ungkap Hardiyono.

Dia menambahkan, sebenarnya pihak sekolah telah membentuk tim untuk melakukan pengecekan ke rumah siswa yang menggunakan SKTM. Dan dari pengecekan itu setidaknya ada sekitar 40 siswa yang kami nilai mampu. Namun setelah melakukan koordinasi dengan Kades setempat, ada pertimbangan tertentu, sehingga ada toleransi bagi mereka tetap diperkenankan menggunakan SKTM. “Lagi pula kami tidak punya kewenangan mencabut SKTM. Akhinya itulah faktanya seluruh siswa baru yang menggunakan SKTM di terima,” terang Hardiyono.

Menjawab Paninasional, Hardiyono mengatakan, pendaftar siswa baru di SMKN I tahun ini mencapai 942 orang. Sedang kuota siswa baru 15 kelas atau 540 siswa. Rinciannya, Tehnik Kendaraan Ringan (TKR) tiga kelas, Tehnik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) dua kelas, Tehnik Pemesinan (3 kelas) danTehnik Komputer Jaringan (TKJ) tiga klas. Kemudian Desain Permodalan dan Ilmu Bangunan (DPIB) sebnyk dua kelas dan jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP) sebanyak dua kelas.

Sementara itu Kpala SMAN II Sumarno mengatakan, setelah di lakukan pengecekan ada 11 siswa baru yang sebelumnya menggunakan SKTM mengundurkan diri.

berlanjut, akibat banyak masyarakat para orangtua siswa yang protes adanya surat sakti ini.bagaimana tidak SKTM ini seolah bisa didapatkan oleh siapapun entah bagaimana caranya.
Dengan memilik kartu ini nilai siswa pendaftar bisa mengalahkan siswa lain dengan nilai yang lebih tinggi, sungguh sangat menggiurkan bukan.karena itulah diduga banyak orang tua siswa yang nota bene bukan tergolong miskin bahkan boleh dibilang orang berada berlomba-lomba mendapatkan kartu sakti ini.

Seperti halnya yang terjadi di SMAN 2 Rembang, sejumlah siswa di SMA Negeri 2 Rembang yang sebelumnya mengaku miskin dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) memilih untuk mengundurkan diri. Mereka diketahui berbohong, orang mampu meminta SKTM dari desa. “Nampaknya mereka takut ken sangsi dari sekolah,” ujar Sumarno seraya menambahkan, kuota siswa baru di SMAN 2 sebanyak 352 siswa. Dari jumlah itu yang menggunakan SKTM sebanyak sekitar 130 dan mengundurkan diri 11, sehingga tersisa 119 siswa.(yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here