Rembang, panjinasional.net :
Pantai di Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang dipasangi “Hybrid Engineering” atau teknologi untuk mengatasi abrasi. Pemasangan teknologi tersebut telah dilakukan akhir tahun lalu dengan menlan dana sekiar Rp 1,7 miliar yang bersumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Maksum, Pengawas sekaligus Pembantu Pelaksanaan pemasangan “Hybrid Engineering” di Pantai Pasarbanggi menjelaskan, Hybrid Engineering (HE) merupakan sebuah pagar dari bambu yang dipasang berjajar di bibir pantai dan berfungsi untuk menyaring sedimen. Sedimen tersebut bisa dimanfaatkan untuk penebalan area hutan mangrove di desa setempat.

“Pada intinya HE ini adalah membangun alam bersama dengan alam. Dengan pemasangan teknologi ini, diharapkan nantinya desa memiliki lahan sedimen seluas 30 Hektar yang akan difungsikan untuk penambahan luas hutan mangrove,” terang Maksum.

Ia menjelaskan, pemasangan “Hybrid Engineering” tersebut dengan menggunakan media bambu yang dipasang memanjang kurang lebih 1.100 meter. Pemasangannya dibagi dalam 11 segmen, dengan setiap segmen sepanjang 100 meter berjajar dari muara sungai bibir pantai Desa Pasarbanggi menuju ke barat sampai di perbatasan Desa Tireman kecamatan setempat.

“Pembuatannya, pertama bambu dipotong panjangnya kurang lebih tiga meter. Salah satu sisi diruncingkan, setelah itu dicat. Bambu yang catnya sudah kering dibawa ke lokasi pemasangan yang telah ditentukan. Pagarnya rangkap dua dengan jarak sekitar satu meter. Setelah itu jarak antara kedua pagar tersebut diisi dengan belukar yang difungsikan untuk menahan sedimen,” imbuhnya.

Ia menambahkan, proyek pembangunan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan anggaran dari APBN 2017. Selain itu, dikabarkan bahwa pada 2018 KKP juga akan memberikan bantuan berupa bibit pohon mangrove dan cemara laut sebanyak 2.500 batang, ditambah pupuk organik 63 sak. Ditanam di pesisir pantai di Desa Pasarbanggi.

Kades Pasarbanggi Rasno ketika dihubung media ini kemarin mnyatakan berterima kasih KKP yang telah mengucurkan anggaran untuk pembuatan HE sebagai upaya mengatasi abrasi. “Selain untuk mengatasi abrasi, manfaat proyek itu yang penting lagi adalah ketika terjadi penbalan pantai, nantinya akan menambah lahan untuk bisa di tanami mangrove,” ujar Rasno. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here