PATI, panjinasional.net :
Suasana lingkungan Pondok Pesantren Madarijul Huda, di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, pekan lalu, terasa istimewa. Ratusan santriwan dan santriwati bersama para pengasuhnya sibuk melakukan persiapan menyambut kunjungan puluhan pelajar dari Amerika Serikat (AS).

Para pelajar dari negri Paman Sam yang di komandani Traug Launders tersebut ingin belajar lebih jauh soal kehidupan guyub rukun dan toleransi. Saling menghargai antarumat beragam. Karena selama ini sebagian warga negara adidaya tersebut skeptis terhadap Islam. Mereka beranggapan Islam itu teroris.

“Kami semua telah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kehidupan di sini sangat harmonis. Masyarakat hidup rukun saling menghargai antarumat beragama. Kondisi ini sangat berbeda dengan sikap sebagian warga di negeri kami yang menganggap Islam itu teroris,” tandas Traug Launders, saat memberi sambutan di depan ratusan santri.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Majidul Huda Muh Nasir pada kesempatan yang sama menyatakan, sangat mengapresiasi kunjungan pelajar dari AS tersebut. “Kami terbuka bagi siapa saja untuk datang ke sini bertukar fikiran dan berdiskusi tentang apa saja,” tandas Muh Nasir.

Dia mengatakan, kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu damai, penuh toleransi, saling menghargai antarumat yang lain. “Islam tidak mengajarkan teror, kebencian dan permusuhan, dengan umat lain sekalipun. Tetapi justru menganjurkan hidup rukun, saling menghargai dan mengasihi satu sama lain,”imbuh Muh Nasir.

Usai ramah tamah, para pelajar dari negeri adidaya tersebut berdiskusi dengan para santri dan murid Madrasah Madarijul Huda tentang berbagai hal. Selain itu mereka juga bernyanyi secara bergantian. Kemudian di teruskan menyantap hidangan makanan tradisional khas Pati. Seperti nasi soto kopyok dan lainnya. Juga ada ketela, kacang dan jagung godok. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here