REMBANG, Panjinasional.net :
Sejak dibuka pendaftaranbakal calon legislatif (Caleg) 2019 tanggal 4 Juli lalu, hingga hari ke-7 Selasa kemarin (10/7), belum ada satupun Partai Politik yang mendaftarkan Calegnya ke KPU Rembang. Pada hal batas waktu pendaftaran adalah tanggal 17 Juli 2018 atau tinggal sepekan lgi.

Komisioner KPU Rembang Nurul Muasiroh kepada media menyatakan, KPU sampai menghubungi beberapa Partai Politik untuk menanyakan kapan akan mendaftarkan Calegnya. Karena jika semua Parpol mendaftar di tanggal akhir batas waktu pendaftaran, akan menyulitkan KPU untuk melakukan pengecekan berkas pendaftaran.

“Hingga hari ini belum ada satupun yang mendaftar. Dan kami sudah menghubungi Parpol untuk segera mendaftar. Karena jika mendaftarnya nanti bersamaan di batas akhir pendaftaran, akan menyulitkan KPU, khususnya saat pengecekan berkas,” tandas Nurul.

Ia menambahkan, alasan Partai Politik belum mendaftarkan calgnya, karena ada beberapa berkas yang harus diurus dengan melibatkan pihak diluar partai. Misalnya, surat keterangan sehat jasmani dari rumah sakit, dan surat keterangan belum pernah diancam pidana 5 tahun dari pengadilan negeri. Sehingga membutuhkan waktu untuk mengurusnya.

“Alasan Parpol, karena para caleg masih harus mengurus syarat-syarat yang melibatkan pihak lain seperti rumah sakit dan pengadilan,” terang Nurul seraya menambahkan, mendaftar di hari-hari akhir pendaftaran memang tidak menyalahi aturan, tetapi itu akan menyusahkan KPU khusunya dalam mengecek berkas. Karena jumlahnya yang banyak.

Sejumlah pimpinan Parpol di Rembang yang di konfirmasi Panjinasional Selasa membenarkan informasi dari KPU diatas. “Para calon Celeg kami masih harus memenuhi berkas persyaratan. Misalnya legalisir ijasah ke luar kota, keterangan sehat dari rumah sakit dan keterangan dari pengadilan,” terang H Hafidin Kastur, wakil ketua DPC PPP Rembang. Hal senada juga di ungkapkan oleh Ketua Harian Partai Gerindra H Wiwin Winarto.

Perlu diketahui pula, pada Pemilihan Legislatif 2019 di Rembang, ada sedikit perubahan mengenai posis jumlah kursi antar daerah pemilihan (Dapel). Misalnua, di Dapil 5 Pamotan – Sale mengalami pengurangan jumlah kursi di DPRD II, yang semula 7 menjadi 6 kursi. Sedangkan untuk Dapil 7 Kaliori – Sumber yang semula 5 kursi, menjadi 6 kursi.

Terjadinya perubahan itu lantaran adanya dinamika jumlah penduduk yang sangat signifikan di dua Dapil tersebut. Sampai saat ini Daerah pemilihan atau Dapil masih tetap sama dengan Pilleg sebelumnya. Yaitu Dapil 1 Rembang kota, Dapil 2 Lasem – Pancur, Dapil 3 Kragan – Sluke, Dapil 4 Sarang – Sedan, Dapil 5 Pamotan – Sale, Dapil 6 Gunem – Sulang – Bulu, dan Dapil 7 Kaliori – Sumber. (yon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here