Jakarta – Tik Tok bisa dibilang merupakan salah satu aplikasi yang sangat populer di Indonesia saat ini.
Aplikasi tersebut memiliki konsep serupa Musical.ly, yakni aplikasi lipsync yang sempat booming di tahun lalu.
Aplikasi ini juga mengharuskan penggunanya kreatif dalam membuat video singkat berdurasi 15 detik.
Pengguna dapat menghias video lipsync dengan sederet filter atraktif dan kumpulan lagu-lagu kekinian. Alhasil, Tik Tok pun digandrungi berbagai kalangan dan usia.

Namun belum lama ini, dunia maya sempat dihebohkan dengan kata ‘aplikasi goblok’ pencarian Tik Tokyang muncul di toko aplikasi Android, Google Play.
Ya, ketika pengguna mengetik kata ‘aplikasi goblok’ di kolom pencarian Google Play, maka aplikasi yang muncul di deretan paling atas secara otomatis adalah Tik Tok.
Di bawah Tik Tok, bertengger sederet aplikasi, mulai dari Aplikasi Goblok, Helix Jump, SimSimi, Instagram, hingga Mobile Legends.


Google sendiri belum menanggapi perihal Tik Tok bisa muncul di deretan teratas daftar aplikasi dengan keyword ‘aplikasi goblok’.
Hingga berita ini naik pun, aplikasi Tik Tok masih bertengger di daftar teratas dengan keyword tersebut.
Berbekal filter dan lagu-lagu yang lucu, membuat banyak orang menyukai aplikasi ini. Mulai dari anak kecil hingga orangtua sekalipun pernah mencoba membuat video lewat Tik Tok.
Beberapa lagu kini jadi populer berkat aplikasi ini, contohnya saja lagu dari Siti Badriah yang berjudul Lagi Syantik yang fenomenal itu.

Meski banyak mendapat cibiran dari kaum non pengguna, masih banyak saja orang yang menggunakan aplikasi ini.
Setelah mengumumkan kehadiran Instant Apps di gelaran Google I/O tahun ini, Google akhirnya menggulirkan fitur tersebut di Play Store. Melalui fitur ini, raksasa internet tersebut ingin menjembatani pengalaman memakai aplikasi langsung dengan mobile web.

Dikutip dari Tech Crunch, Selasa (24/10/2017), pengguna Android sudah dapat mencoba fitur melalui opsi ‘Try it Now’ saat membuka aplikasi di Play Store. Namun, Google baru merilis kemampuan ini di beberapa aplikasi dan di wilayah tertentu saja.

Bagi yang belum mengetahui mengenai Instant Apps, fitur ini sebenarnya memungkinkan pengguna Android untuk mengakses situs web mobile dengan penampilan layaknya sebuah aplikasi. Pengguna menjajal aplikasi sebelum benar-benar memasangnya di perangkat.

Untuk mendukung fitur ini, para pengembang sudah menyiapkan sebagian kecil partisi dari aplikasi mereka agar dapat dijalankan sebagian dan dalam hitungan detik. Tujuannya adalah memberi pengguna akses ke situs mobile dengan nuansa aplikasi.

Google sendiri baru saja merilis tool fitur ini pada Mei 2017, setelah mengumumkannya tahun lalu. Karenanya, diperkirkan fitur ini akan lebih banyak dikembangkan pula oleh pengembang di masa yang akan datang.
Fitur ini sudah dapat dijalankan di Android 5.0 Lollipop hingga Android 8.0 Oreo. Google menjanjikan pengalaman memakai fitur ini tak ubahnya memakai aplikasi biasa.

Sebagai informasi, kehadiran fitur ini sekaligus menambah sejumlah peningkatan yang dilakukan Google di Play Store. Salah satunya adalah perubahan dari Editor’s Choice yang sudah dilakukan di 17 negara..@net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here