Sumenep, Panjinasional.net :
Kapolsek Gapura IPTU Ali Ridho mulai menanggapi isu mengenai laporan kasus dugaan penganiyaan terhadap SWY, warga dusun Tembing Desa Batudinding, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang dinilai lamban.

Menurut Kapolsek lambanya penanganan kasus tersebut karena lagi berbenturan dengan Kegiatan Pilkada. Dan ditambah lagi kasus tersebut belum ada laporan resmi dari korban.

“Pada kasus dugaan penganiyaan ini kami belum menerima laporan secara resmi dari pihak korban, dan sampai saat ini yang masuk ke kami hanya sebatas informasi dari masyarakat,” kata Kapolsek Gapura, IPTU. Ali Ridho, saat ditemui di ruang kerjanya Juma’at (29/06).

Karena belum adanya laporan resmi dari korban Polsek Gapura belum menerbitkan laporan Polisi.

“Karena informasi dugaan penganiyaan ini hanya datang dari masyarakat dan korban belum melaporkan secara resmi ke pihak Polsek, maka kami juga belum menerbitkan Laporan Polisi (LP), artinya dalam kasus ini pelapornya masih belum jelas maka saya juga belum laporan ke pak Kapolres,” kata beliau.

Meski sifatnya hanya sebatas informasi Polsek berencana akan memanggil pihak korban untuk mempertanyakan apakah kasus tersebut mau di tindak lanjuti atau bagaimana..?

“Saya mau memanggil Korban dulu apakah kasus ini mau ditindak lanjuti atau tidak, karena kalau kasus ini mau di tindak lanjuti secara hukum kami harap Korban yang melapor, karena kami tidak mau orang lain yang melapor. Tetapi jika kasus ini tidak mau di tindak lanjuti secara hukum, kami akan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, apalagi informasi yang kami dapat dilapangan mereka masih keluarga,” tegas Kapolsek.

“Pada intinya terkait dengan kasus ini saya belum menerima laporan secara resmi dari pihak korban, dan ditambah lagi kemarin kami masih sibuk dengan kegiatan Pilkada,” katanya.

Ketika di tanya dengan beredarnya isu dipemberitaan bahwa Polsek Gapura lamban dalam mengani dugaan penganiayaan tersebut..? Kapolsek IPTU Ali Ridho hanya tersenyum dan menanggapinya dengan santai.

“Biarkan saja mereka mau bilang apa, karena saya sebelum di angkat menjadi Kapolsek di Gapura ini, saya sudah menjabat Kanit sebelas tahun di Polsek gapura, jadi saya sudah mengenal betul karakter warga Kecamatan Gapura jadi saya sudah tidak heran lagi,” ujar Kapolsek dua balok di pundaknya ini sambil tersenyum.

Bahkan Kapolsek Gapura IPTU Ali Ridho sangat mendukung apa yang menjadi keinginan Buhawiya, anak kandung korban karena menurut nya tidak semua kasus harus berakhir di depan pengadilan.

“Bagus itu, khan masih satu keluarga, Jika apa yang menjadi keinginan Anak dari korban dugaan penganiayaan menginginkan jalan kekeluargaan maka kami mendukung,” kata Ali Ridho.

“Kepala Desa setempat bisa menjadi mediator untuk mendamaikan kedua belah pihak, namun kami juga tidak keberatan jika proses mediasi dilakukan di Polsek Gapura dengan melibatkan pihak Desa,” ujar penyandang dua balok dipundaknya tersebut.

Ketika ditanya bagaimana dengan penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut jika sudah dilaporkan ke Polsek Gapura?

“Saya khan mau panggil dulu (korban), apakah memang kasus ini mau ditindak lanjuti atau bagaimana, jika mau ditindak lanjuti siapa yang mau melaporkan kasus ini, kan gitu,” ucap beliau.

Sebelumnya Buhawiya anak kandung dari Sawiya berharap agar kasus yang melibatkan keluarganya ini bisa di selesikan secara kekeluargaan atau musyarawarah di tingkat desa, dan tidak masuk keranah hukum.@ags/dar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here