Sumenep, Panjinasional :
Pertengkaran 2 orang perempuan yang masih ada ikatan keluarga yang keduanya merupakan Penduduk Dusun Tembing Desa Batudinding Kecamata Gapura Kabupaten Sumenep MY (66) Inisial dengan SWY (67) Inisial berlanjut dengan pelaporan oleh pihak SWY. Kepada Polsek Gapura pada hari Kamis 21 Juni 2018.

Informasi yang didapat awak media dilapangan kejadian pertengkaran antara MY dan SWY tersebut terjadi pada hari Senen 17Juni 2018.

Namun pelaporan SWY kepada Polsek Gapura, saat ini justru sangat disesalkan oleh Buhawiya yang merupakan anak kandung dari SWY sendiri.

Menurutnya, permasalahan yang melibatkan ibu nya dengan bibik nya itu semestinya bisa diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan di tingkat desa.

“Saya sebagai anak sangat menyesalkan kejadian tersebut, selain itu saya juga merasa malu jika masalah keluarga kami sampai masuk ke ranah hukum,” tutur Buhawiya saat ditemui Panjinasional. Selasa (26/06)

Semestinya kata dia permasalah ini seharusnya diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan di tingkat desa, entah siapa yang menunggangi ibu saya hingga nekat melaporkan ponakan dan saudaranya sendiri, karena saya yakin ibu saya tidak akan mungkin berbuat nekat seperti itu,” ujar Buhawiya

“Saya pantas curiga karena kejadian pertengkaran tersebut hari Senen 17 Juni 2018 dan besok nya ibu saya masih ke Kecamatan Talango dan tidak ada tanda tanda orang sakit, lha kok ini hari Kamis 21 Juni 2019 ada Ambulance dari Puskesmas Kecamatan Gapura datang kerumah saya, menjemput ibu saya untuk dibawa ke Puskesmas dan aneh nya lagi, ibu itu bukan dibopong oleh petugas puskesmas tapi oleh orang yang bukan petugas kesehatan. Jadi pantaslah kalau saya curiga kalau ada oknum orang luar yang memperalat ibu saya,” kata Buhawiya dengan nada marah.

“Bukan hanya itu ketika Ambulance itu datang untuk menjemput ibu, saya sempat tidak sadarkan diri, karena ibu saya tidak apa-apa (tidak sakit.red) setelah kejadian pertengkaran dengan lek Moya, lha ini kok moro moro ada Ambulance,” tambah Buhawiya yang diamini oleh Suaminya.


“Jadi saya mohon kepada oknum yang mencoba memperkeruh suasana ini agar agar persoalan ini dihentikan jangan memanfaatkan ibu saya, karena kami orang bodoh, dan tolong jangan manfaatkan kebodohan kami,” harap Buhawiya dengan terisak.

Disisi lain Kepala Desa Batudinding Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Budi Wijaya, Sangat menyesalkan kejadian pertengkaran yang melibatkan masyarakatnya jika sampai keranah hukum

“Selama ini kami tidak mendapatkan laporan apapun tahu tahu sudah laporan ke Polsek Gapura, saya sangat menyesalkan langkah tersebut seharusnya diadakan mediasi di Desa dulu karena masih menyangkut satu keluarga, jika Desa tidak mampu silahkan kalau mau menempuh jalur hukum,” kata Budi Wijaya

“Saya berharap masalah ini bisa kita selesaikan di Desa, karena jika masalah tersebut dibawah ke ranah hukum sampai kapanpun tidak akan menyelesaikan masalah, karena mereka ini masih satu keluarga dan rumahnya berdempetan, intinya saya minta masalah tersebut diselesaikan dengan jalan musyawarah,” Pungkas Budi Wijaya.@ags/qib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here