Semarang.panjinasional.net.
Puluhan guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Belajar Kota Semarang benar-benar menjalankan misi komunitasnya yakni belajar. Kali ini mereka mempelajari persoalan yang berkaitan dengan jurnalistik.

“Diklat kali ini termasuk istimewa karena pesertanya terdiri dari anggota komunitas guru yang memang masih selalu ingin menambah ilmu meski sudah disebut guru yang terbiasa menularkan beragam ilmu,” kata Ketua Panitia Diklat Jurnalistik Dasar, Saptono Joko Sulistyo, ketika membuka diklat yang digelar di Lt 3 Gedung Telkom, Jln Pahlawan, Semarang, Jumat (8/6/2018).

Saptono menambahkan, selain istimewa karena pesertanya, waktu dan momennya juga istimewa. “Dilaksanakan di 23 ramadhan dan waktunya pun diringkas hanya satu hari,” jelas Saptono.

Ketua KDW Provinsi Jawa Tengah Rita Hidayati mengatakan pendidikan dan pelatihan jurnalistik memang menjadi agenda rutin Kelompok Diskusi Wartawan.

“Dengan diklat seperti ini, secara otomatis akan terjadi interaksi pengetahuan dan pengalaman di dalamnya. Saling sharinglah istilahnya. Formulasi saling take and give demikianlah yang kita harapkan mampu menjadi pendorong untuk saling bersikap kritis sekaligus bertanggung jawab,” katanya.

Dalam diklat jurnalistik tersebut ada 3 materi yang disampaikan. Pertama, Teknik Penulisan Berita (Ida Nurlayla/Radar Semarang), Kedua, Teknik Penulisan Artikel (Saronji/Suara Merdeka) dan ketiga, Kiat Melawan Hoaks (Rita Hidayati/Jatengpos/Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here