Sumenep, Panjinasional.net :
Berbicara masalah kemiskinan nampaknya masih belum juga usai dan tak berujung di daerah yang dikenal dengan berpenghasilan migas ini.

Kondisi ini pun diperparah dengan masih kurangnya Pemerintah daerah maupun Pemerintah Desa dalam melakukan upaya pendataan secara maksimal terhadap masyarakat yang benar-benar miskin/kurang mampu.

Sehingga kondisi kemiskinan lama-kelamaan semakin parah dan mungkin juga bisa bertambah. Sebab akar permasalahan serta solusi yang di canangkan pemerintah belum sepenuhnya menyentuh kepada masyarakat yang benar-benar miskin/kurang mampu.

Hal itu dilihat masih ditemukannya masyarakat miskin/kurang mampu tepatnya di Dusun Drusa Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Dimana masyarakat miskin/kurang mampu yang bernama Ah Ali (53) yang hidup seorang diri disebuah gubuk peninggalan orang tuanya yang berukuran sekitar 4×4 yang berdinding anyaman bambu yang sudah usang ini hanya bisa mengandalkan belas kasihan dari kedua saudaranya, yang juga hidup seadanya dengan hanya mengadalkan hasil usaha anyaman daun siwalan pembukus gula merah untuk menyambung hidup. Karena sejak dilahirkan Ah Ali anak kedua dari tiga bersaudara ini mohon maaf sudah menyandang cacat penglihatan (Tunanetra).

Ah Ali waktu di temui oleh team awak media pada hari Selasa 15 Mei 2018 yang lalu hanya bisa tersenyum tetapi dari raut wajahnya seolah menandakan bahwa dia harus ikhlas dan tawakkal dalam menjalani hidup walaupun dia mempunyai keterbatasan fisik dan hidupnya berada di bawah garis kemiskinan.

Selain itu dia juga menceritakan kisah hidupnya pada team awak media kalo selama ini tidak pernah ada uluran tangan dari Pemerintah. Hal itupun juga di perkuat oleh Nikmat adik kandung Ali.

Dimana menurut dia (Nikmat.red) bahwa selama ini Ali tidak pernah mendapat sentuhan bantuan dari Pemerintah.

“Memang benar apa yang di katakan Ali kalo selama ini dia tidak pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah baik Pemerintah desa maupun Kabupaten,” kata Nikmat.
Bahkan dia juga mengungkapkan bahwa bantuan beras raskin hanya mendapat satu gantang dan itu pun tidak menentu.

“Bantuan beras miskin (raskin) yang seharusnya di terima tiap bulan itu ternyata cuman satu gantang dan itu pun turun lima bulan sekali, namun sudah lama sampek sekarang Ali belum mendapatkan bantuan raskin lagi yang sekarang ini raskin sudah diubah menjadi rastra,” ngakunya.

Ketika team awak media menyinggung masalah bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, seperti program keluarga harapan (PKH) dan juga program rumah tidak layak huni (RTLH). Nikmat kembali mengaskan, bahwa Ali tidak pernah tersentuh bantuan apapun. Apalagi bantuan dari Pemerintah Kabupaten.

“Semoga dengan datangnya para wartawan ke tempat kami ini Pemerintah bisa mendengar penderitaan saudara saya Ali dan mudah-mudahan Pemerintah terketuk hatinya untuk membantu keluarga kami khususnya Ah. Ali agar kedepannya saudara saya ini bisa di Perhatikan oleh Pemerintah desa maupun Pemerintah Daerah/Kabupaten”. harapnya.

Sementara sampai berita di turunkan masih belum ada tanggapan dari pihak terkait, karena saat team awak media mencoba menghubungi Kades Prenduan melalui sambungan Aplikasi telpon selulernya tidak aktif (diluar jangkuan).@ (dar/qib/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here