PANJINASIONAL-BLITAR-
Toko rokok milik Muhammad Duchan Badri (41) warga Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar pada Selasa (15/5/2018) dirazia anggota Satreskrim Polres Blitar. Akibatnya ratusan pak rokok dagangannya disita untuk menjadi barang bukti.

Ternyata rokok-rokok yang dijual tersebut adalah rokok bodong atau tidak bercukai. Dari bungkus rokok tidak terlihat adanya pita cukai yang melekat. Sedang rokok yang disita ada 57 Box lebih 3 pak dengan total 573 pak rokok merek Exclusive Pas. Dan 14 pak rokok merek Exclusive Brio. Sehingga total rokok yang disita ada 587 pack rokok ilegal.

“Jadi awal mula razia ini dimulai dari laporan warga tentang penjualan rokok tanpa cukai di wilayah Sidodadi-Garum. Ternyata setelah diselidiki memang benar ada rokok seperti yang dimaksud di toko tersebut dan sempat laku dijual,” ungkap Kasubbag Humas Polres Blitar, AKP Purwadi, Kamis (17/5/2018).

Lebih lanjut, pemilik toko ini masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Untuk diselidiki apakah melanggar pasal 54 UU RI nomor 39 tahun 2007 tentang Perubahan atas UU nomor II tahun 1995 tentang cukai.

Apabila benar pemilik toko ini menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan rokok yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya. maka pelaku bisa diancam hukuman paling sedikit 1 tahun hingga 5 tahun kurungan penjara.
“Tapi saat ini kita akan menyerahkan kasus ini kepada pihak yang menguasai tentang aturan cukai yakni bea cukai,” terang Purwadi. (*dwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here