Inzert poto : Muchdhor

Semarang.panjinasional.net.
Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Demak melakukan aksi demo di depan Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jl. Abdurohman Saleh Semarang, Kamis (17/5/2018). Selain orasi, mereka juga menampilkan sejumlah tarian, antara lain Jaran Kepang dan Goyang Dangdut.

“Kami menuntut agar pelantikan perangkat desa di 159 desa yang tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Demak, dibatalkan dan dipilih ulang,” kata Koordinator Lapangan, Nizar, kepada panjinasional.net.

Menurut Nizar, pengangkatan perangkat desa yang dilantik sekitar tahun 2017 lalu itu, sarat dengan kong kalikong dan sangat berbau nepotisme.

“Saya memiliki data hampir keseluruhan perangkat yang dilantik, itu hasil KKN. Rata-rata mereka yang dilantik sebagai perangkat adalah saudaranya dan paling jauh ya anak timsesnya,” tambah Muchdhor, Kordinator Peserta Tingkat Kabupaten Demak.

Selain masalah KKN, lanjut Muchdhor, masalah legalitas hukum kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) yang tertuang dalam MoU, juga ilegal.

“Bagaimana mungkin produk hukum dinyatakan syah kalau proses hukumnya saja cacat hukum. Jadi jelas, pelantikan oleh kades-kades itu tidak syah dan harus dipilih ulang dengan lebih profesional,” tandasnya.

Ditambahkan, masyarakat yang mendaftar sebagai peserta untuk menjadi perangkat desa berjumlah 2053 orang. Tetapi yang dibutuhkan untuk memenuhi posisi perangkat di 159 desa, hanya 476 orang..(Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here