Direktur Lembaga Pemantau Pengeluaran Penyelenggara Keuangan Negara dan Daerah LP3KND Supriyadi, SH

Batu, Panjinasional :
Direktur Lembaga Pemantau Pengeluaran Penyelenggara Keuangan Negara dan Daerah (LP3KND) Supriyadi, SH mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), segera menetapkan tersangka kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Batu, yang diduga terlibat dalam kasus dugaan fee proyek yang menjerat mantan Walikota Batu non aktif, Eddy Rumpoko (ER).

Desakan Ketua lembaga antirasuah LP3KND tersebut, bukan tanpa alasan. Pasalnya, dalam fakta persidangan ER yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi di Sidoarjo, beberapa ASN Pemerintah Kota Batu juga disebut namanya.

Maka secara otomatis, berdasarkan dari fakta-fakta itu, seperti kicauan dari beberapa saksi seharusnya juga diperiksa.

Menurut Supriyadi, beberapa ASN dilingkungan Pemerintahan Pemkot Batu, layak dijadikan sebagai tersangka juga.

“Memang seharusnya mereka (ASN) itu juga diperiksa dan dijadikan tersangka juga. Sebab, berdasarkan pengakuan dari mantan Kepala ULP, Pemkot Batu yakni Edi Setyawan, soal masalah anggaran senilai Rp 5 miliar, untuk keperluan dana Pilkada di Kota Batu, periode tahun 2017-2022.

Sedangkan terkait pengadaan seragam di Dinas Pendidikan Kota Batu, besaran anggaran Rp 1,4 miliar serta dugaan keterlibatan Sekpri ER, Lila Widya Rahajeng, yang diduga dengan sengaja menghilangkan dokumen sebagai barang bukti. Itu sudah layak bagi KPK untuk menetapkan mereka sebagai tersangka, karena perbuatannya menghilangkan barang bukti,” kata Supriyadi. Rabu (16/5/18).

Maka dari itu, Supriyadi kini mendesak kepada KPK, agar bisa membongkar dugaan keterlibatan para ASN yang disebut-sebut namanya dalam fakta persidangan di PN Tipikor Sidoarjo beberapa waktu lalu.

“Kita akui memang saat ini kepercayaan masyarakat terhadap KPK sungguh sangat luar biasa sekali. Sebab, selama ini kinerja KPK tidak ada yang diragukan. Namun, proses penanganan dugaan korupsi yang ada ditubuh Pemkot Batu, saat ini terkesan Jalan ditempat, artinya jangan terkesan ER saja yang dijadikan target,” sindir Supriyadi.

Sementara itu, sampai berita ini dilansir Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi via ponselnya belum ada jawaban. Dan sampai saat ini awak media belum menerima penjelasan dari Febri, terkait dengan kelanjutan kasus tersebut. (Gus/Er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here