Sumenep, Panjinasional.net :
Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai dipertanyakan. Pasalnya sudah hampir 1.5 tahun Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep seakan mengabaikan Vonis Kasus Pencabulan Putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA), yang menguatkan Putusan pengadilan Tinggi Jatim, terhadap terdakwa oknum guru di salah satu SDN di Kecamatan Rubaru yang diduga melakukan Pencabulan pada anak didiknya pada tahun 2011 silam.

Masih di abaikannya Putusan Kasasi MA oleh Kejari Sumenep, karena sampai saat ini Kejaksaan belum juga melakukan eksekusi kepada terdakwa, meski Kasus tersebut sudah Inkrah (berkekuatan hukup tetap), sehingga terdakwa sampai saat ini masih bisa menghirup udara bebas.

Padahal Putusan Inkrah Kasasi MA sudah keluar per tanggal 24 Februari 2015 silam dan sudah disampaikan langsung oleh Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, kepada yang bersangkutan beberapa pihak yakni terdakwa dan juga Penuntut Umum pada tanggal 6 Desember 2016, silam.

Terungkapnya Putusan Kasasi MA yang di ajukan oleh terdakwa sudah keluar saat tim media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Humas Pengadilan Negeri (PN) Sumenep pada hari Selasa 08 Mei 2018 lalu.

Humas PN Sumenep, Arif Andhika Adikresna,SH., MH., saat di konfirmasi mengatakan, Putusan Kasasi MA yang di ajukan oleh terdakwa KD Kasus Pencabulan Siswi di salah satu SDN di Kecamatan Rubaru sudah keluar dan sudah Ingkrah.

“Putusan Kasasi MA kepada terdakwah KD sudah Inkrah dan Putusan itu keluar per tanggal 24 Februari 2015 dan hasil putusannya sudah di sampaikan langsung kepada yang bersangkutan para pihak, dalam hal ini terdakwa dan juga Penuntut Umum pada tanggal 06 Desember 2016 yang lalu,” kata Arie Andhika Adikresna Humas PN Sumenep kemarin. Selasa (08/05/2018).

Dimana kata dia, putusan permohonan Kasasi Penuntut Umum tidak dapat diterima dan Permohonan Kasasi terdakwa ditolak.

“Karena Permohonan Kasasi Penuntut Umum tidak dapat diterima dan Permohonan Kasasi terdakwah ditolak sehingga yang berlangsung adalah putusan pengadilan tinggi, dalam hal ini pengadilan tinggi memutuskan menolak permohonan banding terdakwah, sehingga menguatkan Putusan PN Sumenep yaitu 7 tahun Penjara dan denda 60 juta,” ujar Bapak Arie kepada awak media.

Sementara disisi lain, saat tim awak media mencoba melakukan upaya Konfirmasi kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, melalui Kasi Pidum Benny Nugroho Sadhi Budhiono,SH.,MH., mengenai Putusan Kasasi MA yang sudah Inkrah tersebut pihaknya belum bisa memberikan tanggapan secara detail kepada awak media, bahkan pihak nya juga enggan di rekam oleh awak media dengan alasan masih baru di Sumenep.

“Kalau masalah Putusan Kasasi MA itu saya belum tahu mas, karena saya masih 1 bulan disini, biar nanti saya tanyakan pada jaksa penuntut umum siapa jaksanya waktu itu dan terima kasih rekan-rekan Wartawan telah memberikan Informasi ini,” kata Benny singkat. Rabu (09/05/2018).

Perlu diketahui pada hari Rabu 26 September 2012 Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, menjatuhkan Vonis 7 tahun Penjara dan denda Rp 60 juta kepada KD.Lewat putusan PN Sumenep dengan Nomor 142/PID/2012/PN.Smp. KD dinyatakan bersalah, KD dinyatakan terbukti secara Sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan Cabul terhadap Anak-Anak.@ (qib/dar/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here