Foto : LEM SPSI Gresik demo Kantor Imigrasi Gresik terkait banyaknya TKA di Gresik.
Foto : LEM SPSI Gresik demo Kantor Imigrasi Gresik terkait banyaknya TKA di Gresik.

Gresik – Kantor imigrasi Perak Unit Layanan Pasport (ULP) Gresik di demo oleh ratusan buruh dari Serikat Pekerja (SP) Logam, Elektronik dan Mesin- Serikat Pekerjaa Seluruh Indonesia (LEM-SPSI) Gresik, Jawa Timur. Rabu (9/5/2018).

Mereka menuntut agar Imigrasi melakukan razia terhadap perusahaan – perusahaan di gresik yang memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Ketua LEM SPSI Gresik menemukan data sebanyak 600 TKA saat ini dipekerjakan di beberapa perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Gresik.

Ali Muchsin Djalil selaku Ketua DPC SPSI Gresik mengungkapkan pihaknya menemukan sebanyak 600 TKA bekerja di beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Gresik.

“ditemukan sekitar 600 TKA yang ada di gresik, namun yang dilaporkan ke Disnaker hanya 463 TKA. Kami masih mendata dan membuka posko pengaduan TKA,” katanya.

Ali juga meyakini, perbedaan data ini juga dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan yang memperkerjakan TKA. Mereka diperkajakan di sektor yang masih bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal.

“Kita temukan juga ada TKA yang bekerja sebagai tukang las dan gerinda. Itukan sudah melanggar, mungkin laporannya ke Disnaker, TKA tersebut menjadi tenaga ahli,” jelas Ali.

Atas temuan itu, dirinya meminta agar pihak terkait yakni Disnaker dan pihak Imigrasi dapat melakukan koordinasi dan agar mendeportasi TKA yang dianggap ilegal.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, Unit Pelayanan Pasport Gresik Romi Yudiyanto mengatakan, saat ini sudah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

“ Kami sudah membentuk Timpora hingga tingkat kecamatan. Kami minta bantuan masyarakat untuk melaporkan ke imigrasi jika menemukan TKA. Kami akan lakukan pengecekan. ” Kata Romi.

Dia menambahkan Menurut data yang tercatat di imigrasi ada sekitar 300 TKA pada tahun 2017, dari berbagai Negara diantaranya india, tiongkok dan didominasi dari tiongkok sebagai tenaga kerja marketing dan Tenaga Ahli yang dbutuhkan.

” TKA yang ada di gresik didominasi oleh TKA asal Tiongkok, mereka bekerja sebagai marketing dan tenaga ahli” pungkasnya. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here