Foto : Semen Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 di Jakarta. RUPS memutuskan pembagian deviden sebesar 40% dan mengangkat beberapa jajaran Komisaris dan Direksi baru.
Foto : Semen Indonesia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 di Jakarta. RUPS memutuskan pembagian deviden sebesar 40% dan mengangkat beberapa jajaran Komisaris dan Direksi baru.

Jakarta, Panjinasional.net :
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2018 (“Rapat”) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (“Perseroan”), di Jakarta. Rapat antara lain menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) 2017 sebesar Rp 2,01 triliun yang diperuntukkan sbb:
a. Dividen sebesar 40% atau Rp805,68 miliar atau sebesar Rp135,83 persaham
b. Sisanya sebesar Rp1,2 triliun dipergunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan Perseroan.

Ada perubahan beberapa struktur dalam keputusan rapat karena pengunduran diri dari beberapa pejabat structural yakni pengunduran diri Komisaris Independen, Djamari Chaniago serta memberhentikan dengan hormat Komisaris, Hambra. Memberhentikan dengan hormat Direktur Pemasaran dan Supply Chain, Ahyanizzaman.

Selanjutnya, Rapat mengangkat Mochamad Choliq sebagai Komisaris Independen, Hendrika Nora Osloi Sinaga sebagai Komisaris dan Adi Munandir sebagai Direktur Pemasaran dan Supply Chain. Sehingga, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi sbb:

DEWAN KOMISARIS:
NO. JABATAN BARU
1. Komisaris Utama Sutiyoso
2. Komisaris Hendrika Nora Osloi Sinaga
3. Komisaris Sony Subrata
4. Komisaris Astera Primanto Bhakti
5. Komisaris Wahyu Hidayat
6. Komisaris Independen Mochamad Choliq
7. Komisaris Independen Nasaruddin Umar

DIREKSI:
NO : JABATAN BARU
1. Direktur Utama Hendi Prio Santoso
2. Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha Fadjar Judisiawan
3. Direktur Keuangan Doddy Sulasmono Diniawan
4. Direktur Pemasaran dan Supply Chain Adi Munandir
5. Direktur Engineering dan Proyek Tri Abdisatrijo
6. Direktur SDM dan Hukum Agung Yunanto
7. Direktur Produksi Benny Wendry

Keputusan rapat lainnya:
1. Menyetujui Laporan Tahunan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2017, termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2017, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2017
2. Pengesahan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2017, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan program kemitraan dan bina lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2017.
3. Menerima Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawawan Umum Obligasi Bekerlanjutan I Semen Indonesia Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp 3 Triliun.
4. Menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
5. Meratifikasi Peraturan Menteri BUMN tentang Pedoman Kerjasama Badan Usaha Milik Negara

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan Holding Company dari PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam dengan kapasitas terpasang pada tahun 2017 sebesar 38,2 juta ton semen per tahun, serta menguasai pasar domestik pada kisaran 40,8%.
Perseroan memiliki fasilitas pendukung yang memadai untuk mendukung distribusi semen, diantaranya 26 Unit Packing Plant, Gudang Penyangga yang tersebar di seluruh wilayah pemasaran serta 17 pelabuhan khusus, termasuk pelabuhan di Vietnam.

Pada tahun 2017, total penjualan tercatat sebesar 31,5 juta ton, atau naik 8% dibanding tahun sebelumnya. Meliputi penjualan domestik sebesar 27,1 juta ton dan penjualan Thang Long Cement Vietnam sebesar 2,3 juta ton. Sedangkan volume produksi perseroan tahun 2017 mencapai 30,8 juta ton atau mengalami kenaikan 9% dari tahun 2016 yang tercatat sebesar 28,3 juta ton.

Tahun 2017, pendapatan Perseroan mengalami kenaikan sebesar 6,4% dari Rp26,13 triliun menjadi Rp27,81 triliun, namun kelebihan pasokan dalam negeri, menyebabkan rata-rata harga jual di pasar domestik terkoreksi sebesar 8%. Di lain pihak, kenaikan biaya bahan baku, bahan bakar & listrik mengalami kenaikan hampir 40%, hal tersebut menyebabkan laba usaha tergerus 36% menjadi Rp3,34 triliun.

Sebagai hasil dari kinerja penjualan, Perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,01 triliun, turun 55% dari tahun sebelumnya, sehingga Laba Bersih per saham menjadi sebesar Rp340 per saham. (rls/Shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here