Sumenep, Panjinasional.net :
Seiring dengan junrojun dan seiring Visit 2018 tanpa melanggar norma ke Islaman dan adat istiadat Kabupaten Sumenep, keberadaan Cafe Generasi Muslim (Geslim) mulai menampakkan sesuatu hal yang sangat berbeda.

Karena selain Cafe tersebut bernuansa Islami, Cafe Geslim (Generasi Muslim) ini sangat mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam mensukseskan Visit 2018 Sumenep.

Hal itu dibuktikan dengan di hadirkannya Artis Ibu Kota Jakarta Aldi Tahir ke Sumenep oleh Manajeman Cafe Geslim untuk mempromosikan program unggulan milik Pemerintah daerah ini meski tanpa campur tangan Pemerintah.

Menurut Ouner Geslim Bapak Yudi melalui Airil Manager Geslim , Pertama Ouner Geslim yakni Bapak Yudi ini terpanggil untuk membangun Sumenep. Kemudian dia juga mempunyai misi generasi muslim untuk bangkit, Insyaallah kalau generasi muslim ini bangkit akan menjadi tolak ukur untuk tempat-tempat yang lain,” kata Airil Manager Geslim, Rabu (02/05/2018).

“Jadi iklim usaha dengan berlandaskan islam bisa di Kabupaten Sumenep ini berkembang insyaallah akan menjadi tolak ukur di daerah-daerah lain, saya ambil contoh di daerah terdekat dulu lah seperti: Kabupaten Pamekasan, Sampang dan juga Bangkalan. Dan tidak menutup kemungkinan nanti ke Surabaya,” jelas dia.

Masih menurut Airil kepada awak media ini, dan orentasi ouner kami Pak Yudi sudah berkometmen artinya dia bilang dan saya pun sebagai Manager juga berkometmen memang kalau sampai Cafe Geslim ini melanggar Kaidah Islam saya tutup sendiri. “Jadi saya akan buat Geslim ini menjadi pioner untuk hal-hal semua hal yang belum ada di Sumenep, seiring dengan junrojun, dan seiring Visit Sumenep 2018 tapi tidak melanggar norma kaidah ke Islaman serta adat istiadat Kabupaten Sumenep,” sambung dia

“Dan contoh yang paling simpel hari ini. ini hari ini kita itu hampir saja kemarin itu ikutin jadwalnya mas Aldi, tapi begitu kejadian mas Aldi itu bisanya di tanggal 29 -30 di sini kita adaian apa sholat nisbuk syakban pengajian, karena bertepatan dengan malam nisbuk sya’ban dan ini tidak dihilangkan, artinya lihat anak-anak muda Geslim mereka tetap sesuai adat istiadat, mereka tetap menjalankan semuanya,” ungkapnya penuh bangga.

Dan kemudian rencana kami nanti di bulan Ramadhan karena saya sudah mengadakan meeting khusus dengan Pak Yudi dan sudah bekerja sama dengan beberapa panitia, dibulan suci Ramadhan nanti Insyaallah kita akan mengadakan kegiatan ke agamaan,” tuturnya.

Dikatakan begitu menyambut bulan Ramadhan kita tidak perlu mencari untung, yang kita perlu adalah menyambut kegembiraan karena kita semua ini di pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan ini lebih penting. Artinya kedepan saya akan menyusun formulasi yang bagus karena selama bulan Ramadhan Pak Yudi selaku ouner ingin untuk diakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan ke agamaan,” kata dia melanjutkan

“Nah Alhamdulillah kemarin sudah ada pembicaraan dengan Pak Hambali dan Panitia untuk kegiatan lomba selama bulan suci Ramadhan. Karena Insyaallah setiap malam kita akan mengadakan kegiatan lomba, dan kemungkinan besar Geslim akan menjadi Sponsorsip. Intinya Geslim adalah sebuah pioner bagaimana bisa kita menjalankan usaha, tapi bahasanya bukan syari’ah, kalau saya bilang syari’ah pengartianya kan luas, syari’ah itu kalau bapak inves kita untung kita bagi sesuai dengan kaidah, tetapi kalau ini kan murni bisnis tapi memang arahnya memang ke syari’ah,” tukasnya.

Saat sedikit ditanya tentang Visit 2018..? Menurut dia, yang saya pahami Pak Yudi yang sudah berkoordinasi dengan saya terus menerus adalah memang kalau masalah Visit Sumenep 2018 diluar ranahnya kami, karena itu ranahnya Pemda, tapi kami secara nyata berusaha untuk ikut berpartisipasi tanpa muatan politis, tanpa apapun dengan dana pribadi saat ini. Jadi kita sengaja memunculkan dan Insyaallh kami ikhlas. Artinya dengan Visit Sumenep 2018 kita tempel tujuannya baik kok, ya insyaallah besok muncul di media Visit Sumenep 2018.

Jadi tadi yang di liput bapak bisa lihat sendiri bisa dengar sendiri, bagaimana dia (Aldi.red) menyampaikan bahwa Sumenep adalah merupakan sebuah tempat yang layak di kunjungin, Insyaallah kalau dari Publik Figur saja sudah bisa membicarakan tempat tentang Sumenep, dan bisa mengingklankan tentang Sumenep, sekaligus bisa untuk mengajak orang ke Sumenep, artinya ini adalah tindakan nyata, dan itu murni dana pribadi tanpa campur tangan pemerinrah lho, tapi sudah nyata membawa nama pemerintah, dan kami senang sekali kalau pemerintah ikut,” ujarnya.

Masih kata dia, tapi terkait semua ini kami pribadi bukan suatu kembangaan, karena ini merupakan suatu niat, Geslim ini akan menjadi kalau pun dengan begitu macam terpaan ternyata Geslim memang harus tidak berlangsung lama, tapi minimal Geslim pernah ada dan memulai sesuatu yang memang seharusnya ada karena cepat atau lambat Sumenep harus berkembang.

“Namun mudah-mudahan dengan adanya Geslim perkembangan ini bisa di iringi dengan adat istiadat yang memang tidak sama sekali di tinggalkan ini yang terpenting. Karena suatu saat nanti misalnya bandara sudah semakin luas, turis sudah mulai masuk, hotel sudah mulai banyak, bayangin gimana nanti kalau invistor-invistor kuat yang masuk, akan ada juga nanti muatan-muatan si A si B maunya bagaimana akhirnya jadi balance, akhirnya mungkin kearifan lokal mungkin bisa jadi cenderung menyusut. Tapi dan Alhamdulillah Pak Yudi didikan agamanya memang kuat,” tutupnya penuh bangga.@ (adi/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here