Olah TKP yang dilakukan oleh Satreskrim Polsek Sidayu

Korban saat akan di semayamkan di TPU Desa Sukorejo

Gresik Panjinasional :
Kubangan Bekas galian C kembali memakan korban. Kali ini kejadian menimpa seorang anak kelas 5 SD bernama Tri Rahmadani yang biasa dipanggil Rama (11) asal Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu Gresik.

Awal mula kejadian rabu (01/05/2018) sekitar Pukul 06.30 wib, Rama bersama ke 15 temannya pergi bermain ke bekas galian yang berlokasi di Desa Wadeng Kecamatan Sidayu, Gresik.

Setibanya dilokasi, mereka lalu bermain air dikubangan bekas galian dengan menaiki pelepah pisang.Selepas itu korban tercebur dan akhirnya tenggelam.

Kapolsek Sidayu mengatakan, kejadian itu bermula ketika korban menaiki pelepah pisang bersama ke lima temannya dan setelah itu terjatuh.

“Korban kemungkinan tidak bisa berenang sehingga pada saat terjatuh dia tenggelam kedasar air ” ujar AKP Siswanto.

Diketahui, area penambangan tanah urukan tersebut sudah berlangsung semenjak tahun 2014 dan dimiliki oleh Gugus salah satu putra dari Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.Kepemilikan itu juga dibenarkan oleh salah satu perwakilan pihak pengelola tambang yang bernama Ichsan saat menemui awak media di Balai Desa Sukorejo, Sidayu Gresik.Dia juga mengatakan bahwa lokasi seluas 1000 meter persegi tersebut, sudah tidak beroprasi lagi sejak 2016 lalu.

“Memang, kubangan bekas galian pada lokasi kejadian adalah milik mas Gugus akan tetapi Sejak tahun 2016 sudah berhenti beroperasi dan semenjak ditinggal lokasi itu belum ada air nya. Sedang terkait untuk proses reklamasinya saya sendiri kurang tahu ” ujar Ichsan, rabu (01/05/2018).

Pada saat yang sama, anggota Komisi I DPRD Gresik yang membidangi Hukum usai dari rumah duka menyatakan, menyayangkan terhadap Pemerintah dan pengusaha galian C. Didalam aturan penambangan sudah dijelaskan setelah pasca tambang pengusaha harus melakukan reklamasi bekas galian tambang agar tidak ada kubangan-kubangan yang dalam dan berisi air.

“Kalau kubangan dimusim kemarau masih bisa kelihatan, tetapi kalau musim hujan begini kan bahaya dan disitu juga tidak ada pengamanan berupa tulisan tanda bahaya, pagar pembatas serta pengawasan ” ungkap Mustajab.

“Selanjutnya saya akan kordinasi dengan pimpinan atas kejadian ini, dan nanti akan kita rapatkan terkait hal ini mengenai izin-izin nya. Setidaknya kedepan pemerintah bisa menertibkan tentang bekas pasca galian C agar tidak terjadi hal serupa ” tambah Politisi PAN ini.

Sementara itu sampai saat ini Kepala Desa Wadeng Kecamatan Sidayu Gresik ketika didatangi awak media kekediamannya, menyatakan tidak ada dirumah. Dan belum bisa di konfrimasi terkait kejadian ini. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here