Akhmadi Kordinator Wirausahawan Muda Sumenep

Sumenep, Panjinasional.net :
Pemerintah Kabupaten Sumenep Jawa Timur, begitu gencarnya mempromosikan visit 2018 sehingga berbagai even dilakukan untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun dengan begitu asiknya mempromosikan visit 2018 Pemkab Sumenep mulai terkesan lupa dengan program Wirausahawan muda yang notabene merupakan paket produk visi misi Pemerintahan Super Mantap Jilid II.

Hal itu dikarenakan program wira usahawan muda yang saat ini sudah berjalan kurang lebih 2 tahun belum juga menunjukkan progres yang signifikan, bahkan program tersebut terksesan kandas ditengah gemuruhnya program visit 2018. Hal itu di ungkapkan oleh Akhmadi salah satu Koordinator Wirausahawan muda asal Kecamatan Gayam Kepulauan Sapudi.

“Menurutnya, terkait dengan program Wirausahawan muda yang jelas saya sangat kecewa, begitu juga teman-teman yang ada di bawah yang sudah direkrut oleh Pemkab Sumenep, Dan mereka tidak jauh berbeda dengan saya karena program wirausahawan muda tersebut sampai detik ini tidak jelas,” kata Akhmadi kepada jurnalis Panjinasional, Rabu 11 April 2018 yang lalu di salah satu cafe.

Apalagi kata dia, mereka semua merupakan tim dari pemenangan Super Mantap jilid II. “Mereka ini semua merupakan tim pemenengan Pemerintahan Super Mantap Jilid II yang ada di setiap desa, di Kecamatan Gayam, dengan harapan mereka ikut mensukseskan Super Mantap Jilid II ini, berharap ada balas jasa dari Pemerintahan Super Mantap Jilid II,” ujarnya

Tapi sambung dia, pada kenyataannya setelah kami di rekrut dan saya sendiri sebagai koordinatornya merasa malu karena sampai detik ini program wiarausahawan muda ini arahnya tidak jelas dan tidak ada bukti sama sekali, sehingga saya sebagai koordinator dibawah khususnya di Kecamatan Gayam dituntut oleh tim-tim yang ada di bawah,” sesal Akhmadi.

Masih menurut Akhmadi, permasalahan itu adalah, kita sudah berjuang mati matian membela Super Mantap Jilid II, tapi program yang sudah kami anggap sebagai bentuk masa depan kami malah belum juga menunjukkan progres yang nyata.

“Kami sangat kecewa di program wira usawan muda ini, kita sudah keluar anggaran sendiri dari Kepulauan Sapudi ke Sumenep, dimana kita dari kepulauan kita pertama kali di IKIP ada tes wira usahawan muda sampai kita dipanggil ke Pendopo waktu itu dengan inspirator yang ada waktu itu memberi insiatif menjadi wirausahawan muda. Tapi pada realitanya tidak ada apa-apa, jadi kami beranggapan bahwa rogram wirausahawan muda ini kami hanya mendapatkan inspiratif,” tukas dia.

“Memang saat pelatihan ke Jogja kita tidak mengeluarkan dana sendiri, tapi yang dari sapudi itu ke sumenep itu kan kami mengeluarkan dana dari kantong sendiri, dimana anggaran itu untuk transport dan juga biaya hotel kami selama ini di sumenep, apa itu bukan anggaran, sementara waktu itu khusus kecamatan gayam yang ikut sebanyak 10 orang,” kata dia.

Ditanya progres terkait program wirausahawan muda khususnya di Kecamatan gayam sampai dimana bentuk pelatihan ke Jogja itu.?
Dia mengutarakan dengan tegas, yang jelas sudah tidak bisa dipastikan waktu itu anggap saja kayaknya kita seperti orang jalan-jalan.

Sementara kata dia. “kalau Sapudi berbicara tentang sapi, karena kita berangkat dari dinas peternakan, orang sapudi itu sudah jagonya kalau tentang sapi tidak usah pelatihan kemana-mana. Tapi kita ikut pelatihan ini karena ini program pemerintah yang harus tahap demi tahap harus di ikuti.

Bahkan Akhmadi melalui pemberitaan ini berharap, agar bentuk kekecewaannya ini di dengar langsung oleh Pemkab Sumenep. “Kami berharap keluh kesah kekecewaan ini didengar langsung oleh pihak Pemkab Sumenep,, apalagi saya juga pernah menyampaikan sebelumnya kepada Bapak Wakil Bupati Sumenep,” sambungnya serius.

lanjut Akhmadi “Dalam kesempatan ini saya bicarakan kepada teman-teman wartawan, mungkin ini sebagai sarana untuk menyampaikan, apa yang ada didalam unek-unek kami sebagai masyarakat Sapudi tentang program wirausahawan muda yang diharapkan nantinya bisa jadi kenyataan, walaupun sudah berselang beberapa tahun sampai sekarang dari masa pemerintahan super mantap jilid II ini. Karena biar bagaimanapun bentuk kekecewaan ini harus terbukti lah,” harapannya.

“Karena hampir setiap hari kalau kita ketemu dengan teman-teman yang pernah ikut pelatihan, kita selalu ditanya kapan, kapan dan kapan, jadi saya jawab kapan dan kapan,” Akhmadi mengakhiri keterangannya.@ (ags/qib/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here