Semarang.panjinasional.net.
Goncangan dan gesekan-gesekan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kalau paradigma sosial seperti ini dibiarkan terus, klimaksnya nanti akan menjadi bumerang yang menenggelamkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal itu diungkapkan Ketua Organizing Comitte Munas II Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan Achmad Mustaqim dalam acara konferensi pers di Semarang, Kamis (12/4/2018).

Munas Alim Ulama PPP yang digelar di Hotel Patrajasa 13-15 April 2018, diikuti 190 peserta terdiri dari Majelis Syariah, Pimpinan Pondok Pesantren dan Tokoh-tokoh Agama Islam se-Indonesia.

“Agar goncangan sosial tidak berlarut-larut, PPP mengambil inisiatif melakukan Munas Alim Ulama, dimana hasilnya nanti akan kami jadikan sebagai tuntunan etika berpolitik partai,” kata Mustaqim, yang juga menjadi anggota DPR RI.

Munas Ulama ini, lanjutnya, sekaligus sebagai penegasan fungsi ulama dalam rangka ikut menjaga rasa kesatuan dan persatuan bangsa.

“PPP memang menempatkan ulama sebagai panutan dalam berpolitik praktis. Dari merekalah kita mendapatkan panduan tentang etika politik yang tetap mengedepankan moralitas,” tegasnya.

Namun demikian, tambahnya, persoalan-persoalan yang berkaitan langsung dengan pilpres maupun jawaban terkait isu sosial yang berkembang, saat ini belum bisa diprediksi menunggu hasil keputusan sidang komisi. (Mim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here