Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsuri

Semarang.panjinasional.net. Dampak puisi yang dibacakan Cagub Ganjar Pranowo menuai protes sejumlah umat Islam. Bahkan Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Hirman akan melaporkannya secara resmi kepada Bareskrim Mabes Polri Selasa besok.

“Dugaan mereka penilai puisi yang dibacakan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu terkesan mengada-ada karena tak ada niatan apalagi sampai bermaksud mengobarkan unsur SARA dan penistaan agama,” kata Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsuri kepada wartawan di Semarang, Senin (9/4/2018).

Puisi itu, lanjutnya, puisi KH Mustofa Bisri alias Gus Mus tahun 1987, berjudul ‘Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana’ yang dibacakan Ganjar Pranowo Maret 2018 lalu di televisi.

“Isu itu sengaja dihembuskan untuk memecah kesunyian dan ketenteraman kondisi jelang pilgub Jateng,” tandasnya.

Masrukhan menilai, itu pola serangan yang hanya ingin mangganggu ketenangan dan ketenteraman. Apalagi kalau sampai diisukan Ganjar tidak pro Islam, jadi terkesan mengada-ada seolah-olah sengaja ditarik-tarik dalam sentimen puisi Sukmawati.

Masrukhan yang di kala mashasiswa pernah jadi penyair kampus itu menyesalkan adanya wacana anti Islam yang dikembangkan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Dijelaskannya, puisi Gusmus digubah pada masa 1980-an. Masa dimana rezim orde baru masih berkuasa.

“Saya tahu persis puisi itu menunjukkan sikap protes yang sangat khas terhadap kondisi politik rezim yang represif,” katanya.

Menurut Masrukhan, isu ini merupakan gejala yang tidak sehat dan harus dihentikan. Karena bisa menciderai keberlangsungan kompetisi antara Ganjar-Yasin dan Sudirman-Ida.

“Ini Jawa Tengah bukan DKI yang pilkadanya diwarnai sentimen SARA, dan Ganjar bukannya Sukmawati dan puisi yang dibacakannya karya ulama besar yang sangat berpengaruh Gus Mus,” tegasnya.

Masrukhan meminta semua pihak menghentikan cara-cara black campaign. Apalagi menjurus SARA yang dapat memecah belah Jateng. Termasuk kepada barisan pendukung dan relawan Ganjar-Yasin juga diminta tidak reaktif dalam menyikapi isu-isu negatif yang merugikan. Semuanya harus serba elegan dan terhormat.(Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here