Semarang.panjinasional.net.
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kadarlusman SH menegaskan pihaknya tidak ingin menerima laporan bantuan perbaikan perumahan justru menimbulkan permasalahan kelak di kemudian hari.

“Bantuan pembangunan rumah hendaknya menjadi bantuan yang meningkatkatkan kesejahteraan masyarakat. Bukan malah menjadkan masyarakat penerima bantuan semakin sengsara,” kata Kadarlusman dalam acara Sosialisasi Bantuan Perbaikan Perumahan di Balai Kecamatan Ngaliyan, Selasa (3/4/2018).

Politisi yang akrab dipanggil Pilus tersebut menambahkan tahun 2017 kemarin, bantuan Rp. 15 juta itu hanya transit di penerima sebentar kemudian ditransfer ke toko matreal. Padahal penerima butuh biaya untuk tukang dan sebagainya.

“Ini harus dirubah polanya dan harus benar benar berdampak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalau di tahun ini masih saja meninggalkan kesengsaraan, tolong laporkan saja ke pak lurah atau langsung ke saya saja,” katanya.

Pilus berharap matreal bangunan harus sesuai dengan item yang diajukan. Untuk itu, semua unsur harus ikut mengawasi baik itu penerima bantuan, masyarakat, instansi terkait dan konsultan.

Di tempat yang sama Camat Ngaliyan Agus Priharwanto menjelaskan bahwa sandang, pangan dan papan menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Tahun 2018 ada bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk
10 rumah di Gondoriyo dan 10 di Tambakaji dengan perolehan masing-masing Rp. 15 juta. Bantuan tersebut dirinci untuk tenaga Rp. 2,5 juta dan matreal Rp. 12,5 juta dipotong Ppn.

“Yang jelas bantuan ini jangan sampai menimbulkan masalah. Sebaliknya mereka malah semakin merasa senang. Diharapkan sebelum lebaran 2018 sudah bisa ditempati lagi,” katanya..(Mim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here