Yogyakarta, Panjinasional :
Pemerintah sudah mengeluarkan ketentuan baru RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) Kurikulum 2013 (K-13) yang direvisi tahun 2017. Dan, ketentuan itu makin membingungkan guru.
Sebenarnya, seperti disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dra Sumaryati, M.Hum, hasil revisi terakhir K-13 tidak ada hal yang baru sama sekali.

“Karena kebijakan itu membingungkan maka kami adakan bimbingan teknis implementasi Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 sekaligus traver study bagi alumni PPKn UAD,” kata Sumaryati, Sabtu (31/3/2018), di meeting room Sargede Kampus 2 Unit B Jl Pramuka Yogyakarta.

Menurut Sumaryati, acara ini merupakan kolaborasi antara Prodi PPKn UAD dengan alumni yang sudah mengabdikan diri di dunia pendidikan. “Kurikulum salah satu hal penting dalam pendidikan dan bisa menambah kualitas pendidikan di Indonesia,” tandas Sumaryati.
Kaprodi PPKn UAD berharap, ilmu yang didapat bisa dishare dan dialirkan agar bisa membantu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Bagi Sumaryati, kegiatan yang diikuti 35 orang alumni dan mahasiswa semester 6 yang kuliah ketrampilan mengajar, untuk menguasai kurikulum dan pedagogik.
“Ini merupakan jalinan kemitraan antara UNY dan UAD,” tandas Sumaryati yang terus memotivasi alumni dan calon guru ke depan.

Sementara itu, Wakil Dekan FKIP UAD, Dr Suparman, MSi, DEA, yang mengapresiasi upaya Prodi PPKn UAD bagi alumninya, mengatakan, Prodi PPKn ini nantinya akan menyediakan mahasiswa yang menjaga NKRI.
“Prodi PPKn UAD tidak sekadar meluluskan, tapi bertanggungjawab kepada alumninya,” kata Suparman, yang berharap bisa mengimplementasikan kurikulum dalam pembelajaran dan mengintegrasikan skill abad ke-21.

Pada kesempatan itu, Suparman juga menyinggung implementasi kurikulum berbasis education for sustainable development (ESD) dari Unesco.

Prof Dr Anik Ghufron, MPd, Guru Besar UNY dan dosen FIP UNY, bahas fokus kajian rasional dan dinamika perkembangan kurikulum, aspek-aspek kurikulum 2013 yang direvisi tahun 2017, implementasi dan kesimpulan.

Ghufron sampaikan pula struktur revolusi sains Thomas Khun dan struktur perubahan kurikulum secara evolusioner. “Idealnya, setelah dilakukan ujicoba kurikulum 2013 dapat dilaksanakan secara efektif,” tandas Ghufron.

Namun realitanya, pada awal-awal masa implementasi Kurikulum 2013 banyak menuai permasalahan. “Dan ini sesuai pandangan Thomad Khun dalam konteks revolusi sains,” tandas Ghufron lagi.

Pada kesempatan itu, Anik Ghufron paparkan revisi pada aspek-aspek Kurikulum 2013, apa saja yang telah dilakukan di tahun 2017 agar Kurikulum 2013 efektif, efisien dan produktif.
Ghufron sampaikan pula arah kebijakan pendidikan dan kebudayaan serta pengembangan pendidikan mengacu pada 8 standar (PP 19/2005).

“Setiap standar memiliki tantangan, persoalan dan solusi masing-masing,” kata Anik Ghufron, yang menambahkan embrio Kurikulum 2013 adalah KBK 2004 dan KTSP 2006.
Dan, tujuan pendidikan nasional adalah penataan pola pikir dan tata kelola (tantangan internal dan eksternal), penyesuaian beban, penguatan proses, pendalaman dan perluasan materi.

Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif (melalui penguatan). Juga sikap, ketrampilan dan pengetahuan. Menurut Ghufron, perlu adanya pemberian ruang kreatif kepada guru dalam mengimplementasikan kurikulum.

“Revisi 2017 penguatan pendidikan karakter, pengembangan higher order thinking skills, pengembangan kecakapan abad 21, gerakan literasi sekolah,” kata Anik Ghufron.
Sementara itu, Trisna Sukmayadi, ketua panitia, mengatakan, kegiatan ini salah satu kepedulian Prodi PPKn UAD bagi alumni yang gundah tentang Kurikulum 2013 edisi revisi 2017.

“Prodi PPKn tidak melepas begitu saja alumni, tapi melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan. Dan adanya pelatihan ini mereka menjadi terbiasa dengan kurikulum,” kata Trisna Sukmayadi. (Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here