Panjinasional net, Surabaya :
Permasalahan yang menimpa Sumarsono terkait penyitaan Mobil Yaris miliknya dengan Plat Nomor L 1588 AH beserta BPKB oleh pihak Finance BCA, dengan dasar bahwa BPKB mobil Yaris milik Sumarsono sama dengan yang dipegang BCA Finance membuat kuasa hukum Sumarsono, Didi Sungkono, SH angkat bicara.

Perlu diketahui, yang telah diberitakan Panjinasional net, tanggal 20/3/2018, Sumarsono Melalui Kuasa Hukumnya, Didi Sungkono, SH dari Kantor Hukum Rastra Justitia Associates dan Rekan beralamat di Jalan Raya Cipta Menanggal III A Ruko RMC No. 1-2 Gayungan Surabaya menceritakan kronologi penyitaan BPKB dan Mobil Yaris dengan Plat Nomor L 1588 AH oleh pihak BCA Finance Jalan Kertajaya Indah Timur Surabaya.

Menurut keterangan Didi Sungkono, SH saat ditemui wartawan panjinasional saat itu mengatakan bahwa Kliennya bernama Sumarsono berniat meminjam uang ke BCA Finance dengan menjaminkan BPKB duplikat bebas Blokir mobil Yaris miliknya, tidak disangka pada saat cek BPKB dan fisik mobil ke BCA finance, mobil berserta BPKB nya disita pihak BCA Finance, dengan dasar bahwa BPKB Sumarsono sama dengan BPKB yang dipegang BCA

Saat dikonfirmasi wartawan Panjinasional melalui telepon seluler pribadinya, terkait pandangan hukum terhadap kasus yang menimpa kliennya, Rabu (21/3/2018), Didi Sungkono mengatakan bahwa penyitaan adalah wewenang penyidik Polisi bukan wewenang BCA Finance.

“Penyitaan adalah upaya paksa atau disebut “Dwang Middelen” diatur dalam KUHAP (kitab Undang hukum acara pidana), penjabarannya ada dipasal 1 angka 16 KUHAP, pasal 38 sampai dengan pasal 46 Kuhap, pasal 82 Kuhap ayat (1) dan ayat (3) bahwa penyitaan telah dirumuskan dipasal 1 angka 16 Kuhap. Penyitaan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengambil alih dan atau menyimpan dibawah penguasaannya benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan dan peradilan. Dalam perkara ini pihak BCA Finance tidak bisa melakukan penyitaan terhadap BPKB tersebut apalagi dengan tuduhan bahwa BPKB tersebut adalah ganda atau palsu, itu adalah perbuatan melawan hukum (MPH), semena mena, arogan dan memakai cara cara premanisme”, ungkap Pengacara muda yang jago menangani perkara pidana ini.

Lanjut Didi Sungkono, “Dalam perkara ini Sumarsono adalah korban, beliau membeli mobil tersebut secara tunai, dengan itikat baik pula dibawa ke BCA Finance utk pengajuan pencairan kredit, faktanya setelah sampai di BCA mobil dan BPKB tidak boleh dibawa keluar, disita atau bahasa halusnya diamankan, dengan tuduhan BPKB yang dimiliki Sumarsono adalah Palsu cara yang dilakukan Finance tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat, malah yang lebih lucu lagi, beberapa hari setelah BCA Finance menyita Mobil dan BPKB miliknya, Sumarsono datang ke Polsek Sukolilo untuk membuat laporan terkait tipu gelap yang dilakukan oleh oknum BCA Finance, klien saya hampir seharian di interogasi yang seolah olah klien saya adalah tersangka, pada saat itu yang melakukan interogasi adalah Kanitreskrim Polsek Sukolilo”.

“Selang beberapa lama kemudian Kapolsek Sukolilo, Kompol Ibrahim Gani memberikan arahan tanpa mengeluarkan Laporan Polisi (LP) untuk korban Sumarsono. Laporan yang dikeluarkan Polsek sukolilo adalah laporan model A, yang berarti laporan yang berdasarkan temuan. Kapolsek mengatakan akan menyita kedua BPKB dan mobil Yaris tersebut untuk dibawa ke Labfor Polda Jatim dan akan melakukan pengecekan. Sudah jelas diatur dalam Perkap No 05 Tahun 2012 diterangkan dipasal 115 ayat (1) untuk kepentingan tertentu unit pelaksana regident kendaran bermotor (Ranmor) dapat melakukan tindakan pemblokiran BPKB atau STNK Ranmor, seperti diterangkan di ayat (2) pemblokiran BPKB sebagaimana dimaksud di ayat (1) dilakukan untuk kepentingan pencegahan Pemindahan kepemilikan Ranmor, penegakkan hukum, kepentingan kreditur dalam arti ranmor yang dijadikan agunan atau jaminan. Dan juga dijabarkan dalam Ayat (4) pemblokiran BPKB sebagaimana dimaksud di ayat (2) diajukan oleh pihak yg berkepentingan, Yaitu Kreditur terhadap ranmor yang dijadikan Agunan atau Jaminan. Tapi dalam hal ini kenapa BCA Finance tidak melakukan pemblokiran pada saat ada BPKB yang dijaminkan dipihaknya. Saat ini sesuai informasi Kapolsek Sukolilo, Polsek Sukolilo mengeluarkan laporan polisi model A, berdasarkan Perkap No 12 tahun 2009 di Pasal 07 diterangkan bahwa Laporan Polisi model A harus ditanda tangani oleh anggota Polri yang membuat laporan”. Pungkas Didi Sungkono.

Dari penelusuran wartawan Panjinasional .ada beberapa penemuan terkait BPKB Yaris, penemuan pertama adalah pada tanggal 2 September 2017 ada pemberitahuan kehilangan BPKB mobil Yaris atas nama Susi Nyono dengan plat Nomor L 1588 AB disalah satu media cetak. Penemuan kedua adalah Pajak STNK tahun 2017 mobil Yaris tersebut telah lunas.

Dari keterangan Didi Sungkono selaku penasehat hukum Sumarsono dan dari penemuan di lapangan bahwa BCA Finance diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum (PMH), diduga melakukan tipu muslihat bujuk rayunya untuk menguasai barang seseorang.

BPKB yang dipunyai Sumarsono diduga asli, karena proses pembuatan BPKB duplikat telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku antara lain pemberitahuan kehilangan dimedia massa.

Sesuai perkataan Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Ibrahim Gani, SH (20/3/2018) bahwa BCA Finance tidak melakukan pemblokiran BPKB mobil Yaris yang dimaksud, sehingga diduga ada seseorang yang telah membuat BPKB duplikat. Yang menjadi pertanyaan bagi para wartawan bahwa jika terjadi keteledoran dari pihak finance apakah bisa menyalahkan pihak lain, dalam hal ini Sumarsono yang membeli mobil Yaris secara tunai dan keaslian BPKB telah dicek di Polda Jatim.@dw.c

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here