www.panjinasional.net , Jakarta:
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dengan gigih memimpin pasukannya menyatu dengan berbagai Kementerian mitranya, pengusaha swasta dan pemerintah Kabupaten/Kota.
Pernyataan itu disampaikan Pakar Pemberdayaan Keluarga sekaligus mantan Menko Kesra dan Taskin, Prof Dr Haryono Suyono, di sela-sela acara penandatanganan nota kesepahaman antara para bupati/walikota dan pengusaha, di Hotel Sultan Jakarta.

“Semangat para stake holders sangat tinggi mendukung gebrakan yang dilakukan Menteri Desa, PDTT,” ujarnya.
Dijelaskan Haryono Suyono, melalui gebrakan penuh berkah, 147 Bupati/Walikota, 96 pimpinan perusahaan swasta dan Menteri Desa PDTT menanda tangani 355 MoU. Dokumen kesepakatan bersama untuk mengembangkan Prukades di wilayah perdesaaan di seluruh indonesia.

Prukades adalah kerja sama mengembangkan usaha besar modern kawasan desa, dalam satu kabupaten atau antar desa antar kabupaten. Untuk memproduksi dan menjual hasil olahan dari kekayaan alam dari desa-desa itu secara modern dengan kualitas tinggi.

Sehingga, apabila dijual menguntungkan petani dan perusahaan yang menjadi off taker-nya. Peristiwa penandatanganan MoU tersebut mencatatkan Rekor MURI bersama-sama ratusan unit hasil kerja Kementerian dan mitra kerjanya, di desa selama tiga tahun,

Suatu kebanggaan yang mengantar jajaran Kementerian dan masyarakat desa sebagai momentum baru bahwa Presiden Joko Widodo tidak saja berjanji, tetapi benar-benar mengalirkan dana cukup ke desa. Untuk membangun masyarakat menjadi makin mandiri dan sejahtera.

Masyarakat desa yang menjadi tumpuan dalam perang kemerdekaan tidak saja dibangun dalam masa pak Harto, tetapi hari ini tetap menjadi pusat pembangunan, sehingga rakyat desa yang banyak melahirkan anak bangsa, yang sekarang menjadi pemimpin tetap ingat pada asalnya dan siap membangun rekan dan saudaranya yang masih tertinggal.
Dalam menyambut dua Rekor MURI di tangannya, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo berpesan pada aparatnya, agar kesepakatan yang ditandatangani dikawal dengan sungguh-sungguh agar dapat dilaksanakan dengan baik. Sehingga, produk desa segera bisa masuk ke pasar dunia bersama produk dari negara lain secara terhormat.

Rakyat desa miskin dan rata-rata memiliki tanah atau sawah kurang dari 0,25 hektare yang siap menyatukan diri dalam kelompok BUMDes atau kelompok Prukades berjuang bersama-sama menghilangkan persaingan antar pribadi dan menggandeng perusahaan swasta, untuk lebih maju tidak boleh dikecewakan. Mereka harus dikawal dan dibantu, agar komitmen yang telah dicapai dapat segera membawa hasil.
Komitmen MoU adalah awal perjuangan yang tidak mengurangi usaha pada tingkat desa, tetapi secara bertahap rakyat desa diajak bersatu. Untuk melihat potensi pertanian dan peternakan, yang bisa disatukan dalam skala besar dan dipadukan dengan kekuatan swasta.

Agar bisa ditanam atau dipelihara ternak dalam model perusahaan besar dengan bibit pilihan. Cara tanam yang sangat teratur dan memadai, pemeliharaan yang cermat, serta cara panen yang efisien. Sehingga, tidak meninggalkan sisa panen yang merugikan.

Proses itu harus dilakukan oleh setiap petani atau kelompok petani untuk bersatu, menghilangkan persaingan antar kelompok. Seperti jaman perang merebut kemerdekaan, bersatu dan memanfaatkan kesediaan swasta, yang lebih maju untuk menjadi mitra terpercaya, dalam pengembangan usaha skala besar. Dalam wadah Prukades antar perorangan, antar kelompok, antar desa, kalau perlu antar kabupaten. Agar dicapai skala yang menguntungkan secara maksimal. (tim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here