Ketua Komisi Yudisial

www.panjinasional.net , Jakarta:
Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari, menyampaikan pernyataannya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1B Tangerang. Aidul menyatakan bahwa dari segi pengalaman maupun penghasilan, sudah seharusnya korupsi seperti ini tidak membuat hakim ikut masuk di dalamnya.

“Kalo disebut kesal, ya saya kira semua akan kesal ya, pada sesuatu seperti ini, karena sebenarnya untuk ukuran PN Tangerang ini, hakim-hakim yg ada bertugas di PN Tangerang bukan hakim yang masih junior, tapi hakim senior, karena ini pengadilan kelas 1B, jadi dari segi penghasilan mereka di atas 25 juta, sehingga baik dari segi pengalaman dan segi penghasilan, tidak ada masalah untuk mendorong mereka terlibat dalam korupsi ini,” Ungkap Aidul di Dialog Pro 3 RRI, Selasa (13/3/2018).

Aidul juga menyampaikan bahwa hal seperti ini juga menunjukkan mentalitas individu seorang hakim yang begitu disayangkan, dan OTT seperti ini juga seharusnya memberikan pukulan telak bagi dunia pengadilan, terlebih Komisi Yudisial sudah berulang kali mengingatkan pengadilan untuk terus berbenah.

“Kita tadi menyimpulkan soal mentalitas individu yang begitu sangat disayangkan, dan ini salah satunya memperkuat 58 hakim yang dinyatakan melanggar kode etik tahun lalu,” katanya.

Lebih jauh, Ia melanjutkan bahwa keterlibatan advokat, ataupun hakim terlihat memang seperti bekerja sama dan seakan membentuk sebuah jaringan khusus. Sementara PN Tangerang sendiri belum mendapatkan kepastian terkait kasus yang ditangani di PN tersebut dan menghubungkan dengan perkara OTT.

“saya kira ini seperti sebuah jaringan karena melibatkan juga advokat, sekretaris, hakimnya, jadi mereka sudah seperti bekerja sama,” jelasnya. (ICP/Foto: Antara/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here