Panjinasional.Blitar.
Satreskrim Polres Blitar Kota berhasil meringkus tiga kawanan perampok spesialis rumah kosong asal Palembang. Satu diantara komplotan yang berhasil diamankan di daerah Srengat Kabupaten Blitar itu terpaksa dilumpuhkan karena melawan saat akan diamankan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan komplotan asal Palembang ini sebenarnya berjumlah enam orang. Namun tiga diantaranya diamankan Polres Tulungagung saat hendak beraksi di wilayah Tulungagung. Sedangkan tiga lainnya yang sebelumnya sudah sempat menggasak tiga rumah di Kota Blitar diamankan saat hendak melancarkan kembali aksinya. “Pelaku menyasar rumah-rumah kosong, jika ada pemiliknya pelaku berpura-pura salah alamat. Namun jika tidak ada pemilik rumah pelaku langsung masuk dan menggasak isi rumah, dengan incaran emas, uang tunai, dan barang elektronik,” jelas Adewira, Senin (12/2).

Ketiga pelaku yang berhasil diamankan di Blitar diantaranya Andik Sasongko (38) warga Kelurahan Plaju, Kecamatan Plaju Kota, Kota Palembang, Fikri Anang (48) warga Talang Putri, Kota Palembang dan Hendri warga Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Kota, Kota Palembang.

sekali melakukan aksinya pelaku bisa menggasak emas dengan nominal puluhan juta. Terakhir pelaku menggasak emas dirumah kosong di Jalan Cemara Kota Blitar senilai Rp 80 juta. Uang hasil kejahatannya habis dibagi-bagikan anggota komplotan dan langsung dijual di daerah Jogjakarta, serta digunakan untuk menggelar hajatan di Palembang. “Pelaku juga merupakan komplotan antar provinsi, berdasarkan hasil pemeriksaan komplotan ini juga pernah melakukan aksinya di Jawa Tengah dan Jawa Barat,” paparnya.

Berdasarkan pengakuan salah satu pelaku, aksi menggasak rumah kosong ini sudah dilakukan sejak 1,5 tahun terakhir. Sasaranya merupakan rumah kosong. Kebanyakan milik pengusaha keturunan tionghoa. “Kebanyakan kami sasar rumah pengusaha Cina,” tutur salah satu pelaku.

“Dari tangan ketiga pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan senjata tajam yang diakui digunakan untuk membela diri, sebuah sepeda motor yang dibeli di Blitar, Helm, dan sejumlah uang tunai…@dwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here