Photo bersama Mahasiswa KKN STKIP Qomaruddin, Tim ASBAK, Karang Taruna Desa Indrodelik beserta Perangkat Desa.

Siti Fitriah dari Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAK) sedang memaparkan materi

Gresik Panjinasional.net :
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Qomaruddin menggelar sosialisasi tentang Bank Sampah di Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah, Gresik Sabtu (11/02/18). Mereka ada 22 Mahasiswa dari dua Jurusan, Pendidikan Matematikan dan Bahasa Inggris dengan masa abdi KKN mulai 29 Januari – 28 Februari 2018.

Kegiatan sosialisasi, berlangsung di Aula Balai Desa Indrodelik sejak pukul 08.30 sampai 12.00 WIB. Sosialisasi, dihadiri perangkat Desa, perwakilan perempuan, Karang Taruna beserta perwakilan masyarakat. Sedang, sebagai pembicara menghadirkan Siti Fitriah dan Ashima Wardah dari Tim Asosiasi Bank Sampah (ASBAK) Gresik.

Ketua KKN M. Rohmi Syarifuddin (20) dalam sambutannya menyampaikan, tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini yakni untuk berbagi pengetahuan tentang keuntungan dan pentingnya pengolahan sampah serta menyukseskan program masyarakat berkemajuan berbasis lingkungan melalui program Bank Sampah.

‚ÄúDengan diadakannya sosialisasi Bank Sampah ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat menciptakan embrio pengolahan serta pemilahan sampah di lingkungannya mereka masing-masing ” ujar Mahasiswa jurusan Matematikan ini.

Pengolahan sampah, sudah di atur dalam Perda no 5 2017 yang intinya setiap Desa harus mengelolah sampahnya sendiri. Sedang dalam pengelolaannya, warga didorong untuk menabung sampah yang mereka miliki, kemudian tabungan tersebut ketika terkumpul pada akhirnya dapat dicairkan dalam bentuk uang. Dengan demikian kegiatan tersebut dapat memupuk kesadaran diri warga akan pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan, hidup sehat, rapi dan bersih.

Siti Fitriah selaku pemateri menjelaskan, bahwa pentingnya bagaimana cara pengolahan Bank sampah yang baik dan benar. Adapun konsep yang diterapkan dalam pengelolahan Bank sampah adalah 3R. Konsep 3R sendiri yakni Reduce (pengurangan), Reush (mengguna ulang) , Recycle (daur ulang).

” Setidaknya, dengan adanya Bank sampah nantinya masyarakat bisa menikmati hasil dari pengolahan sampah serta tidak akan membuang sampah secara sembarangan ” terangnya.

” Kedepan, Desa Indrodelik dapat memaksimalkan yang sudah ada dan bisa mengembangkannya agar dapat menghasilkan tambahan di segi ekonomi dari pengolahan Bank sampah ” tambah Fitriah yang juga tergabung di team ASBAK ini.

Menyikapi tentang hal ini Kepala Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah, Gresik mengungkapkan, sangat mendukung penuh dengan adanya sosialisasi. Dengan adanya KKN ini, warga diajak untuk memiliki inisiatif dalam mengembangkan hasil sampah tersebut menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi.

” Kalau memang dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan program Bank sampah ini, saya merancanakan membuat himbauan terhadap seluruh masyarakat Indrodelik agar ikut serta mensuseskan program ini ” ujar Suwarno. (YIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here