Zaenuri MP alias Ki Demang

Sumenep, Panjinasional.net –
Tentunya ingatan kita masih sangat segar tentang aksi unik beberapa orang yang mendadak nekat membuka lapak jualan di dalam gedung Parleman (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kamis 08 Pebruari 2018 kemarin.

Dimana menurut salah satu peserta Aksi tersebut yakni.’ Zaenuri MP : Aksi itu merupakan suatu bentuk dorongan kepada DPRD Sumenep khususnya Komis II agar mendorong Dinas Perindustrian dan Perdangangan (Disperindang) Sumenep dalam melaksanakan program Revitalisasi pasar tradiosional yang kini tetap kumuh dan semrawut.

Namun aksi mereka membuat salah satu anggota DPRD Komisi II Bambang Prayogi merasa bingung sekaligus menyayangkan aksi yang dilakukan oleh sejumlah warga itu. sebab kata dia, pihaknya tidak tahu tujuannya apa…? Apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Menanggapi kebingungan Bambang Prayogi salah satu anggota DPRD Komisi II, Zaenuri MP. salah satu peserta aksi kembali bersuara sekaligus memperjelasan duduk persoalannya.

Kepada Media ini, Zaenuri MP atau yang biasa disapa Ki Demang mengatakan,
“Kami sebagai warga negara yang baik sangat prihatin melihat kondisi pasar tradisional yang masih tetap kumuh, meski sudah ada program Revitalisasi Pasar. Dan Itu juga merupakan bentuk kekecewaan kami sebagai masyarakat dan warga negara yang baik yang selalu melihat kondisi pasar tradisional tetap kumuh meski sudah dilakukan Revitalisasi,” kata Ki Demang panggilan akrabnya. Sabtu (10/02)

Dia melanjutkan, masih kumuhnya pasar tradisional ini akibat Kepala Disperindang tidak mempunyai konsep tentang membangun dan tata pengelolaan pasar tradisional yang baik, sehingga semua pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sumenep, baik itu pasar yang ada di Kecamatan maupun Pasar anom yang ada dipusat kota masih tetap semraut,” ucapnya

“Padahal Bapak Bupati berharap dan sudah lama mengatakan agar pasar tradisional dirubah menjadi pasar semi modern. Mestinya Kepala Disperindag yang diberi amanah oleh beliau lebih tanggap dan cerdas, karena menyangkut kepentingan orang banyak dikabupaten Sumenep yang menyongsong Visit Sumenep 2018,” sambung dia

“Maka dari itu kami sebagai masyarakat Sumenep, sekaligus sebagai warga negera yang baik berharap Kepada Saudara saya Bambang Proyogi sebagai anggota Legeslatif Komisi II dan juga teman – teman saya anggota dewan yang lain yang sesuai dengan Tupoksinya agar ikut mendorong Program Revitalisasi Pasar tradisional agar supaya maksimal.” harap Ki Demang.

Sebelumnya Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi menyayangkan aksi yang dilakukan oleh sejumlah warga itu. sebab kata dia, pihaknya tidak tahu tujuannya apa. Apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kita kan bingung mau menyikapi bagaimana. Kalau mereka tujuannya mau menyampaikan aspirasi, harusnya masuk saja ke komisi yang membidangi pasar. Kebetulan Komisi II tempatnya,” ungkapnya.

Menurut Bambang, seharusnya apa yang menjadi titik persoalan, disampaikan secara baik-baik. Pasti pihaknya akan menindaklanjuti, dan mengidentifikasi pokok persoalannya. Apalagi menyangkut pasar tradisional.

“Kita Tanya dulu ini, pasar tradisional yang mana, apakah yang dikelola pemerintah, desa, atau swasta ? kalau aksinya seperti itu, kami tidak mau tahu. Ya, semoga saja apa yang mereka perjuangkan bisa tercapai,” ucapnya yang terkesan tidak simpatik terhadap aksi KiDemang @ (bg. thoy/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here