situasi para keluarga siswi yang dirawat pasca imunisasi difteri di Puskesmas


Pamekasan – Panjinasional.net :
Puluhan siswi MTs/SMP dan MAN/SAMA , Al Falah, Desa Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, harus dilarikan ke puskesmas kadur pasca Outbreak Respon Imunization (ORI) pada hari Sabtu (10/02).

Program ORI Difteri merupakan program Kemenkes RI dengan sasaran anak balita hingga remaja umur 19 tahun. Bahkan, para orangtua yang mau ikut ORI Difteri pun dilayani gratis.

Peristiwa tersebut membuat kewalahan paramedis Puskesmas Kadur, karena sudah tidak muat terpaksa belasan santri lainnya dilarikan ke puskesmas terdekat. Seperti Puskesmas Larangan, Puskesmas Talang, dan Puskesmas Galis.

Tak hanya itu, tenaga paramadis di sejumlah puskesmas di Kabupaten Pamekasan diminta membantu penanganan sakitnya puluhan siswi Al Falah tersebut. Hingga jam 13.40, puluhan santri itu masih dirawat di puskesmas.

Kadinkes Pamekasan, Ismail Bey Apt, menegaskan, kasus yang dialami puluhan santri Ponpes Al Falah Sumber Gayam itu disebut KIPI atau Kejadian Ikutan Paska Imunisasi atau KIPI.

“Yang dialami para santri di Kadur itu disebut KIPI. Semoga setelah dirawat di puskesmas, kesehatan para santri itu pulih dan kembali bisa belajar,” kata Ismail Bey kepada wartawan, Minggu (11/02/).

Ismail Bey menambahkan, kita sudah berusaha keras untuk menangani masalah ini. Kita perbantukan 4 dokter dan beberapa Ambulance untuk memindahkan pasien ke puskesmas yang lain, tuturnya. . (Erick)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here