Sumenep, Panjinasional.net :
Praktek perkawinan dibawah tangan di Desa Pordapor Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai meresahkan masyarakat setempat.

Hal itu diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat yang mengatasnamakan Aliansi Tokoh Masyarakat Desa Pordapor.

Nahlan salah satu Aliansi Tokoh Masyarakat Desa Pordapor mengatakan, adanya Praktek perkawinan dibawah tangan baru-baru ini di desa kami (Pordapor.red) sangat membuat masyarakat resah.

“Praktek perkawinan dibawah tangan yang saat ini mulai terjadi di desa Pordapor sangat meresahkan masyarakat, dan kami sebagai tokoh masyarakat tidak akan pernah tinggal diam,” kata Nahlan, Senin (05/02/2018)

“Masak dari Kabupaten lain pergi ke sini (Sumenep.red) hanya untuk kawin-kawinan. Hal itu bisa sedikit dilihat dari orang itu tidak membawa syarat-syarat pernikahan (bodong) yang menurut hukum perkawinan negara kita tidak Syah. Dan setelah saya cek ke desa asalnya ternyata dia sudah beristri,” tuturnya.

Tetapi anehnya meski orang tersebut tidak ada dokemen lengkap namun kayaknya Pemdes seakan membiarkan dan tidak ada tindakan apupun dari Pemdes,” sambung dia

“Maka dari itu kami atas nama Aliansi tokoh masyarakat Desa Pordapor akan mengambil sikap sekaligus akan mempertanyakan ke Pemdes, kok bisa orang ini di nikahkan tanpa adanya dokomen-dokomen lengkap,” ucapnya.

Sementara sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Pemerintah desa setempat, karena saat Kades setempat dihubungi melalui telpon genggamya tidak di angkat meski nada sambung masuk.@ (qib/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here