Rekrutmen Anggota KI Sumenep Diduga Sarat Kepentingan, Kini Membias dan Bakal Viral

Sumenep, Panjinasional.net :
Masih masalah Perekrutan Anggota Komisioner Informasi (KI) yang diduga sarat kepentingan terus di sorotan publik dan membias. Setelah sebelumnya sempat ramai di pemberitaan, karena Rekrutmen Anggota Komisioner Informasi tanpa ada Skorsing sehingga Aktivis LSM Garuda Nusantara Herman Wahyudi, SH. Angkat bicara sekaligus mengajukan permohonan Informasi Publik kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DPRD Kabupaten Sumenep.

Hal ini mungkin bisa sedikit dilihat dari meski pada akhir tahun 2017 yang lalu 12 Calon Anggota Komisioner Informasi (KI) telah dilakukan Uji Kelayakan dan Kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan 5 dari 12 dinyatakan lulus oleh Komisi I, namun hingga kini hasilnya masih tetap berjibaku di Meja Pimpinan DPRD Sumenep dan belum diserahkan ke Eksekutif untuk dilakukan pelantikan.

Dan masih berjibakunya hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (fit and proper test) anggota Komisioner Informasi (KI) di Meja Pimpinan DPRD setempat, karena Pimpinan DPRD mempunyai alasan yang sangat simpele, yakni masih banyak sorotan dari masyarakat karena tidak disertai skoring hasil fit and proper test.

”Uji kelayakan yang digelar Komisi I telah kami terima. Hanya saja sebagian peserta ada yang merasa keberatan, karena tidak ada skoring nilai,” kata Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma saat ditemui media beberapa waktu lalu.

Dengan adanya alasan yang sangat simpele dari Pimpinan DPRD tetapi maknanya menimbulkan penafsiran yang sangat luas dikalangan masyarakat. Maka berbagai penafsiran pun datang silih berganti sekaligus menimbulkan tanda tanya besar dikalangan masyarakat Sumenep..?

Karena berbagai komunitas/ Ormaspun menyoroti, termasuk bidang Advokasi Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, SH. yang menyayangkan sikap Ketua DPRD Sumenep belum menyerahkan hasil rekrutmen Anggota Komisi Informasi Kabupaten Sumenep periode 2017 – 2022.

Kalau memang sudah prosedural dalam perekrutan / Pemilihan anggota komisi Informasi, Kenapa Ketua DPRD Sumenep masih ada rasa takut untuk menyerahkan hasilnya ke eksekutif, Malah berdalih akan diserahkan setelah berkonsultasi ke KI Pusat, “Wah…… Ada Apa Ini..?”, kata Syaiful Bahri pada Selasa (23/ 01/ 2018).

Pengacara muda ini menambahkan, Komisi informasi sudah jelas menangani informasi publik secara terbuka. Kalau dalam pemilihannya saja sudah bermasalah sarat dengan tanda tanya, “bagaimana nanti dengan kinerjanya”, jelas Ipung sapaan akrabnya.

Harapan kami, lanjut Ipung semoga hasil rekrutmen anggota Komisi Informasi sumenep segera diserahkan ke eksekutif dan tidak akan ada masalah atau kritikan dari masyarakat, seperti halanya pernyataan ketua DPRD Sumenep kepada media sebelumnya, “Andaipun nantinya ada kritikan dari masyarakat selama itu bersifat membangun tak ada yang perlu ditakutkan”, pungkas Syaiful Bahri.

Sebelumnya,.. Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir mengatakan kepada sejumlah awak media, terkait dengan KI yang menjadi pertanyaan dari masyarakat, sudah diajukan ke Pimpinan DPRD dan komisi I DPRD Sumenep sudah mengawal sesuai dengan aturan.

”Selesai pemilihan dan berita acaranya, maka langsung diserahkan kepada Pimpinan. Soal Skoring, tidak bisa dipublikasikan. Skoring itu dilakukan oleh pihak pansel, itu sudah dipilih dan diserahkan kepada DPRD,” terang Ketua Komisi I DPRD Sumenep.

Menurut Hamid, panggilan akrab Ketua Komisi I DPRD Sumenep, dewan hanya bisa melihat yang bisa siapa anggota KI mengikuti Fit and proper tes. Sementara, hasil nilai dari fit and proper tes, tidak bisa dipublikasikan.

”Di masing-masing anggota sudah ada skoringnya. Di situ ada nilai A, B dan C sudah ada. Tapi di person anggota masing-masing penilaian itu, dan barulah dilakukan pemilihan. Artinya tidak dipublikasikan karena kami bukan tenaga profesional,” terangnya

Untuk diketahui, sebanyak 12 peserta calon anggota Komisi Informasi (KI), Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPRD setempat akhir 2017 lalu. Hasilnya, komisi I memilih 5 orang sebagai anggota KIP.@ (an/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here