Lokasi bangunan diatas tanah Negara yang menjadi fasilitas umum (fasum) berupa saluran irigasi / sungai yang ditutup dengan cor2 an diatasnya dibangun sebuah bangunan pabrik

Gresik, www.panjinasional.net :
Sidak yang dilakukan di sebuah pabrik kayu PT. Inti Prospek Sentoso Terancam oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Mulyanto tidak sia –sia.

Dilokasi pabrik tersebut, tim menemukan bangunan diatas tanah Negara yang menjadi fasilitas umum (fasum) berupa saluran irigasi / sungai yang ditutup dengan cor2 an diatasnya dibangun sebuah bangunan pabrik.

Penggunaan tanah Negara / Fasum ini diperkirakan sudah puluhan tahun dan tanpa ijin pemerintah setempat. Hal ini merupakan sebuah pelanggaran, karena dalam pengajuan ijin mendirikan bangunan (IMB) ternyata tidak sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.

PT Inti Prospek Sentosa Jalan Mayjend Sungkono Gresik terancam dipidanakan, karena puluhan tahun telah menguasai tanah Negara untuk kepentingan bisnis pengolahan kayu ekspor.
“Kita akan sampaikan dulu hasil dari temuan ini ke bagian hukum untuk kita laporkan kekejaksaan maupun ke pihak kepolisian dalam hal ini Polres Gresik,” ujar Mulyanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

Berawal dari laporan masyarakat desa setempat yang melaporkan bahwa diwilayah tersebut sering banjir saat hujan turun lantaran air tidak bisa mengalir, akhirnya atas perintah Bupati pihak DPM dan PTSP) turun langsung ke lapangan. Dan menemukan saluran air yang merupakan tanah Negara diatasnya dibangun pabrik.

“Setelah kami turun langsung ke lokasi akhirnya kami baru tahu permasalahan yang sebenarnya. Ternyata setelah kami melihat denah atau peta tersebut memang ada tanah negara seluas kurang lebih 250 M2 yang seharusnya dibuat saluran irigasi, namun oleh perusahaan tersebut ditutup dijadikan pabrik pengolahan kayu,” ujar mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Selasa (23/1/18).
.
Mulyanto menegaskan jika aktifitas yang dilakukan oleh PT Inti Prospek Sentosa telah jelas jelas melanggar hukum, “Makanya dengan adanya temuan ini kami segera melaporkan ke Bupati Gresik Sambari Halim Radiyanto untuk proses selanjutnya.” Pungkasnya.

Sayanganya hingga saat sidak tidak ada satupun dari manajemen perusahaan maupun pemiliknya yang ada dilokasi pabrik, sehingga belum bisa dikonfirmasi. Saat sidakpun pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) hanya didampingi seorang petugas keamanan pabrik. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here