JENEPONTO, Panjinasional.net :
Lagi lagi dugaan kecurangan yang berbau KKN disinyalir kuat dilakukan oleh dua oknum petinggi panwaslu Kec. Bontoramba dalam penrekrutan calon pengawas pemilu lapangan (PPL), menuai demo alias unjuk rasa ke panwaslu Kab. Jeneponto pada Selasa, 16/1/2018.

Kecurangan dan indikasi KKN yang diduga kuat dilakukan oleh 2 oknum panwascam Bontoramba, dalam perekrutan PPL tersebut dapat tergambarkan pada saat selebaran pengumuman lulus dan ditempelkan dan yang lulus kebanyakan yang kurang mampu dan bahkan tidak bisa menjawab saat diwawancara, namun diluluskan sementara yang mampu menjawab pertanyaan wawancara justru digugurkan.

Jumatang dan sejumlah teman korban lainnya kepada awakmedia kuat menduga, bahwa kemungkinan besar dalam perekrutan calon PPL tingkat kecurangan terlalu tinggi dilakukan oknum panwascam yakni Ahmad Juhamzah selaku Ketua POKJA dan juga Rahmat, sehingga Muh Rizal SHI MSI mengambil sikap segera mengundurkan diri selaku Ketua Panwascam Bontoramba.

Untuk membuktin antara yang layak lulus dan yang tidak layak lulus selaku PPL kata Jumatang, supaya rekaman Video pada saat wawanara diputar dan disaksikan bersama di hadapan 3 Komisioner panwalu Kabupaten, untuk disaksikan siapa bisa menjawab dan siapa bungkam tak mampu menjawab, saat di wawancara.

“Kami minta agar hasil rekaman video pada saat diwawancara, supaya putar kembali untuk disaksikan bersama di hadapan tiga petinggi panwas Kab. Jeneponto yang dihadiri oleh pihak pengamanan lainnya”. Tegas Jumatang.

Saat orarasi di depan Kantor Panwaslu Kab. Jeneponto, ketiga Komisioner panwaslu Kabupaten tidak ada di Kantornya. Menurut stafnya sedang keluar menghadiri pelantikan PPL yang lulus termasuk di panwaslu Kec. Binamu.

Berkaitan dengan itu, Kasat Intel Polres Jeneponto, AKP Muh Nur Parape berjanji, akan meneruskan aspirasi ini ke Ketua Panwaslu Kab. Jeneponto Sulsel, Saiful SH, untuk menindak lanjuti dugaan kecurangan dimaksud.

Jumatang yang tidak puas dan tidak pernah mau mengerti menerima kegugurannya di tes wawancara, karena menurutnya selain dia mantan PPL dua priode lalu, juga dia merasa menjawab semua pertanyaan dengan benar saat di wawancarai.

“Saya sangat keberatan dan memang tidak pernah mau mengerti, jika saya digugurkan dites wawancara karna menurut saya jawaban yang saya ungkapkan adalah benar dan bisa wawancara kembali”. Tutur Tuntas Jumatag.

Lanjut Jumatang mengharapkan, agar selain Ketua Panwaslu Kab. Jeneponto, Saiful SH segera memanggil ketiga Komisioner Panwascam Bontoramba untuk dimintai kejelasan, juga diminta agar Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Rumahi, segera menyikapinya.

Kepada Komisioner petinggi dan tertinggi Panwaslu RI, jangan hanya pandai menjadikan formalitas mempertanyakan saat wawancara apa itu integritas, sementara anda anda tidak mampu berprinsip konsisten berlaku jujur, seiring sejalan dengan kata dan perbuatannya. Akhir tutur Jumatang…@Hamzah Sila/Muh Asry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here