Ilustrasi DPM dan PTSP

Gresik Panjinasional :
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemerintah Kabupaten Gresik akan membuat terobosan perijinan toko modern untuk meningkatkan pendapatan sektor pajak khususnya toko modern. Dalam waktu dekat Dinas Penanaman Modal dan PTSP bakal melakukan konsultasi ke Kementerian Perdagangan yang berkaitan dengan Perda 13/2013 yang mengatur perijinan toko modern.

Kepala Dinas Penanaman Modan dan PTSP Mulyanto menyatakan, dalam Perda 13/2013 mensyaratkan rencana detail tata ruang (RDTR) bagi toko modern, tetapi belum memiliki perda RDTR.

“Kami akan segera mungkin konsultasi ke kementerian perdaganagan. Karena menjamurnya pertokoan modern sering pihak pengusaha kerap menanyakan ijin operasional terkait ijin usaha mereka,” jelas Mulyanto, Jumat (12/1).

Ungkap Mulyanto, Pengusaha toko modern mengaku tidak nyaman dengan perijinan saat ini. karena dirasa kurang membuat mereka tenang dalam menjalankan usahanya.

“Mereka tidak nyaman, karena peraturan perijinan toko modern yang kita miliki tidak sempurna seperti halnya perda 13/2013. Padahal kita belum memiliki perda RDTR,” ungkapnya.

Mulyanto menegaskan, jika hasil konsultasinya ke kementerian perdagangan nanti memungkinkan maka akan diterapkan sambil menunggu proses penggodokan perda RDTR.

“Jika hasilnya positif, dan tidak mengarah pada tindak pidana maka bisa kita terapkan, nanti tergantung hasil konsultasi kita. Sambil menunggu proses perda RDTR. Sebab perijinan toko modern akan mampu mendongkrak pendapatan pajak daerah,” tandasnya.

Menurut Sekretaris Dinas Penanaman Modal PTSP Subhan, saat ini keberadaan toko modern berjumlah sekitar 150 hingga 160. Tetapi pajak yang dihasilkan hanya dari pajak IMB saja.

“Dalam catatan kita jumlah kisaranya ratusan. Dan pajak yang kita hasilkan hanya dari IMB,” katanya.

Dengan terobosan perijinan khusus toko modern ini akan mendongkrak pajak dan akan membuat nyaman investasi dengan peraturan yang lebih jelas dan tidak berbelit-belit.

“Kita akan menggebrak pendapatan pajak tetapi menjamin kenyamanan berinvestasi dengan aturan yang jelas dan transparan,” pungkas Mulyanto. (Y1T)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here