ket foto anggota kwg menemui dua warga banter yang mengadu ke balai wartawan Gresik

Gresik, Panjinasional.net :
Adanya Isu dugaan terjadinya jual beli jabatan dalam rekrutmen perangkat desa di Desa Banter Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik yang sempat beredar di medsos dan ramai para netizen di salah satu grup mendapat bantahan dari Muhammad Ridwan Kepala Desa Banter

Ridwan kepada wartawan menjelaskan secara gamblang tentang proses yang dilakukan dalam penjaringan Perangkat Desa di Desa Banter Kecamatan Benjeng Gresik.
“ Semua tahapan penjaringan perangkat desa sudah sesuai prosedur dan sesuai perbup 19/2017 tentang perangkat desa. Mulai awal hingga akhir semua sudah kami lakukan dan adanya isu yang berkembang saya nyatakan itu tidak benar” katanya rabu, (10/01/2017)

Ridwan menambahkan Laporan yang di sampaikan oleh dua orang warganya kepada awak media beberapa hari lalu itu adalah bohong, perekrutan perangkat desa tersebut sudah melaluhi proses dan penjaringan sangat jurdil selain melalui tes.
“intinya tidak ada jual beli jabatan, bahkan untuk membuat pernyataan diatas materai yang harus di tandatangani oleh semua calon dibiayai oleh desa” ungkapnya.

Ridwan juga mengatakan Jangankan untuk menyuap atau untuk membeli sebuah jabatan, untuk biaya hidup aja orang – orang yang lolos dalam tes itu saja masih belum bisa di katakan cukup. Bahkan rumahnya saja itu bisa dilihat sangat memprihatinkan.” Tambahnya, sambil menyuruh wartawan untuk melihat rumahnya.
Jauh sebelum itu pihaknya sudah berkali kali bersosialisasi kepada warganya. Dan siapa saja boleh mendaftar asalkan memenuhi persaratan.

Riduwan juga menceritakan. Pihaknya pernah didatangi salah satu orang tua peserta berdalih menitipkan anaknya supaya diterima menjadi perangkat Desa dengan memberi imbalan uang tidak tanggung jumlahnya mencapai ratusan juta itupun tidak tidak diterma. Tak berhenti disitu, lantaran pihaknya tidak mau menerima uang yang diangapnya haram itu, orang yang samapun menyuruh orang lain menemuinya dengan harapan pihaknya mau menerimanya.

“Memang pernah jauh sebelum perekrutan berjalan saya pernah di datangi salah satu orang tua peserta supaya saya mau menerima uang dan supaya anaknya nantinya di loloskan dalam tes perekrutan perangkat desa. Sekali lagi saya katakan tidak, dan sayapun menyarankan ikuti saja proses yang ada.”pintanya.

Maka dari itu, lanjut Kades, bahwa apa yang dikabarkan ada jual beli jabatan dalam perekrutan perangkat Desa itu tidak benar. Bahkan Kades mempersilahkan untuk mencari bukti bukti tersebut dan bila ada silahkan dilaporkan ke Kejaksaan.

“Makanya sekali lagi saya katakan tidak ada yang namanya jual beli jabatan. Wong keluarga saya saja gak lolos kok ada rumor seperti itu.” Pungkasnya..@shol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here